Ratusan Butir Tramadol Diselundupkan ke Lapas Blitar

oleh -83 Dilihat
Petugas mengamankan ratusan butir obat terlarang yang diselundupkan di Lapas Blitar.
Petugas mengamankan ratusan butir obat terlarang yang diselundupkan di Lapas Blitar.

KabarBaik.co, Blitar – Upaya penyelundupan narkoba ke dalam Lapas Kelas IIB Blitar kembali terjadi. Paket berisi ratusan butir obat terlarang ditemukan petugas pada Selasa pagi (28/4), diduga dilempar dari luar area lapas.

Kepala Lapas Blitar Iswandi, mengatakan barang mencurigakan itu ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB, tepatnya di area antara pos jaga 1 dan pos jaga 2, di belakang Blok C2.

“Setelah kami buka, jumlahnya sekitar 950 butir tramadol dan metadon. Ada sekitar 10 butir yang hancur, kemungkinan karena terbentur saat dilempar,” ujarnya.

Paket tersebut dibungkus plastik bubble wrap berlapis tanpa kotak tambahan. Diduga kuat, barang dilempar dari luar tembok lapas dan sempat mengenai atap sebelum jatuh ke dalam.

Penemuan berawal dari petugas yang hendak pergantian regu jaga dan melihat benda mencurigakan. Setelah diperiksa, paket tersebut ternyata berisi obat-obatan terlarang.

Lokasi jatuhnya paket berada tak jauh dari Blok C2 yang dihuni narapidana kasus narkoba. Beruntung, barang lebih dulu diamankan petugas sebelum sempat beredar di dalam lapas.

“Langsung kami dokumentasikan dan laporkan ke kepolisian, juga ke Kanwil dan Dirjen PAS,” kata Iswandi.

Meski area tersebut telah dilengkapi kamera pengawas (CCTV), hingga kini rekaman belum dianalisis secara detail dan masih menunggu proses penyelidikan kepolisian.

Kasus ini bukan yang pertama. Dalam catatan lapas, upaya serupa sudah terjadi setidaknya dua kali sebelumnya, termasuk saat Ramadan lalu dan awal tahun 2026. Namun hingga kini, pelaku pelemparan belum juga terungkap.

Kondisi ini menjadi catatan serius dalam pengawasan lapas, terutama pada titik rawan di sekitar tembok luar.

“Sudah beberapa kali terjadi. Ke depan pengamanan akan kami perketat,” tegasnya.

Sementara itu, barang bukti saat ini masih diamankan di lapas sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak kepolisian.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.