KabarBaik.co, Jember – Jagat maya dihebohkan dengan rekaman video yang memperlihatkan sebuah mobil operasional milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumberjambe, Jember, menghantam dinding pembatas area dapur pada Kamis (25/6).
Insiden ini diduga kuat terjadi akibat kelalaian petugas yang salah menginjak pedal gas. Saat peristiwa terjadi, aktivitas di dapur SPPG sebenarnya sedang dinonaktifkan sementara waktu selama tiga minggu. Meski operasional libur, petugas keamanan tetap disiagakan untuk menjaga fasilitas.
Kepala Dapur SPPG Sumberjambe, Khairul Anam, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa mobil distribusi itu memang sengaja dinyalakan agar kondisi mesinnya tidak drop selama masa vakum operasional.
“Karena operasional dapur sedang libur tiga minggu, armada distribusi harus tetap dipanaskan secara berkala. Petugas keamanan yang berjaga kemudian diminta untuk menyalakan mesinnya,” ungkap Khairul Anam.
Namun, kendala muncul karena personel yang bertugas rupanya belum mahir mengemudikan kendaraan roda empat. Begitu mesin hidup, rem tangan tidak sengaja terlepas yang membuat mobil bergerak maju secara perlahan.
“Melihat mobil bergerak sendiri, dia (Satpam) tersebut panik. Jadi niat hati ingin menghentikan laju kendaraan dengan menginjak rem, kaki petugas justru menekan pedal gas. Akibatnya, mobil melesat ke depan dan langsung menabrak tembok pagar,” jelasnya.
Benturan keras tersebut mengakibatkan kerusakan cukup parah pada struktur dinding dapur serta bagian depan mobil operasional. Kendati demikian, Khairul memastikan tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden ini.
Menepis kekhawatiran publik mengenai kerugian materi, Khairul menegaskan bahwa proses renovasi dan perbaikan fasilitas tidak akan menyentuh anggaran negara sedikit pun. Karena murni disebabkan oleh kelalaian (human error), biaya pemulihan sepenuhnya dialihkan kepada pihak internal yang bertanggung jawab.
“Segala biaya perbaikan bangunan maupun kendaraan akan ditanggung mandiri oleh pemilik dapur dan pihak investor terkait. Sama sekali tidak menggunakan uang negara,” pungkasnya.(*)








