Diduga Caplok Lahan Dilindungi, Proyek Gudang di Jember Picu Banjir 10 Hektare Sawah

oleh -330 Dilihat
Lokasi pembangunan proyek gudang di Kecamatan Puger, Jember. (Foto: Ist)
Lokasi pembangunan proyek gudang di Kecamatan Puger, Jember. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Jember – Alih fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) kembali memicu persoalan. Proyek perluasan gudang milik PT Abadi Langgeng Gemilang di Desa Jambearum, Kecamatan Puger, Jember, kini diprotes keras oleh petani setempat.

Pembangunan fasilitas tersebut dituding menjadi biang keladi banjir yang merendam areal persawahan warga.

Dampak buruk proyek ini mulai dirasakan langsung oleh sektor pertanian setempat. Tersumbatnya sistem irigasi akibat posisi saluran air yang tertimbun di bawah bangunan, membuat kawasan pertanian di sisi utara proyek kerap tergenang saat hujan turun.

“Saluran air sawah pasti meluap kalau hujan karena posisinya terjepit di bawah bangunan gudang. Akibatnya, sawah kami kebanjiran,” keluh salah seorang petani yang meminta tidak disebut identitasnya, Kamis (25/6).

Merespons keresahan warga, Pemerintah Desa (Pemdes) Jambearum langsung melakukan pendataan. Plt Sekretaris Desa Jambearum, Ahmad Zuhri, mengonfirmasi bahwa kerusakan sistem irigasi ini berdampak luas.

“Berdasarkan laporan dan inventarisasi kami, ada sekitar 10 hektare lahan persawahan warga yang terdampak banjir akibat proyek ini,” jelas Zuhri.

Zuhri menegaskan, lokasi pembangunan tersebut sebenarnya masuk dalam zona hijau produktif yang dilindungi. Pihak Pemdes bahkan mengaku kecolongan dengan adanya aktivitas konstruksi tersebut.

“Itu murni kawasan persawahan padi. Kami dari desa sudah sering mengingatkan warga agar tidak menjual lahan produktif mereka. Kami sendiri awalnya tidak mengetahui adanya alih fungsi lahan ini,” tambahnya.

Meski pihak desa mengaku sudah melayangkan surat teguran resmi kepada manajemen PT Abadi Langgeng Gemilang, hingga kini belum ada iktikad baik atau tindak lanjut dari pihak perusahaan.

Saat mencoba dikonfirmasi langsung di lokasi proyek, manajemen PT Abadi Langgeng Gemilang enggan menemui media. Petugas keamanan di lokasi mengarahkan jurnalis untuk menghubungi Kepala Gudang bernama Eko. Namun, saat dihubungi melalui panggilan telepon maupun pesan singkat, Eko tidak memberikan respons sama sekali.

Sementara itu, pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas alat berat jenis ekskavator masih terus beroperasi melakukan pemerataan tanah di atas lahan yang masuk dalam zona dilindungi tersebut.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.