Kesabaran untuk Reli Panjang: Malam Ini Timnas Putri Indonesia vs Thailand U-18 di Princess Cup 2026

oleh -463 Dilihat
INDONESIA PUTRI U18

​KabarBaik,co, Jakarta – Timnas voli putri Indonesia U-18 akan menghadapi ujian sesungguhnya di ajang Princess Cup 2026. Setelah sukses menyapu bersih dua laga awal dengan kemenangan mutlak, skuad asuhan Angga Hasan Mubarok, Kamis (25/6) malam ini, pukul 19.00 WIB, harus menantang sang penguasa voli Asia Tenggara sekaligus tuan rumah, Thailand.

Pertandingan tersebut bukan sekadar perebutan status juara grup. Bagi Shakira Ayu Tirta Wijaya dan kawan-kawan, bentrokan dengan Thailand itu sekaligus menjadi tolok ukur krusial sebelum melangkah ke babak semifinal serta menatap kejuaraan yang lebih tinggi, AVC U-18 Girls Championship 2026. ​Modal Sempurna Garuda Muda

​Indonesia menapakkan kaki ke laga ini dengan modal yang sangat meyakinkan. Pada dua laga pembuka, Garuda Pertiwi Muda tampil tanpa celah. Australia digilas dengan skor 3-0 (25-20, 26-24, 25-19), disusul kemenangan impresif atas Hong Kong juga dengan skor kembar 3-0 (25-16, 25-22, 25-17).

​Kombinasi umpan matang dari sang setter Shakira Ayu serta ketajaman para hitter seperti Tina Syifa Sabila Salim, Khanza Putri, dan Venisa Dwi Oktaviani, menjadi motor serangan utama Indonesia yang sejauh ini belum bisa diredam lawan.

​Namun, Thailand adalah kesebelasan yang berada di level berbeda. Tuan rumah dikenal memiliki pertahanan lantai (floor defense) yang rapat, minim melakukan kesalahan sendiri (unforced errors), dan memiliki transisi serangan balik yang sangat cepat lewat bola-bola pendek (speed play).

Baca Juga: Khanza Putri: Langkah Kecil dari Tulungagung, Lompatan Besar di Proliga

Untuk bisa menciptakan kejutan di kandang lawan, skuad Merah Putih tampaknya wajib menekankan satu aspek penting. Yakni, kesabaran untuk meladeni reli panjang. Thailand jarang mematikan bola dengan satu kali pukulan keras, melainkan lewat skema serangan terstruktur yang melelahkan pertahanan lawan.

​Indonesia dituntut untuk tidak terburu-buru mematikan bola jika posisi penerimaan bola pertama (receive) kurang sempurna. Para penyerang sayap seperti Tina Syifa dan Venisa harus cerdik melakukan variasi placed ball atau memanfaatkan blok lawan (wipe-off), alih-alih memaksakan spike keras yang berisiko keluar atau terkena serangan balik.

​Selain kesabaran dalam reli, Indonesia memiliki tiga pekerjaan rumah utama di lapangan. Pertama, aggressive serve. Melancarkan servis tajam untuk merusak receive Thailand, sehingga mematikan opsi umpan quick mereka. Kedua, disiplin blok. Middle blocker seperti Rowina Ulfiyah dan Ibovna Anindya harus cermat membaca pergerakan setter Thailand dan tidak mudah terkecoh oleh umpan tipuan.

Baca Juga: Hobi Nonton Film dan Suka Makan Lele, Sisi Lain Tina Syifa Pevoli Masa Depan Indonesia

Selain itu, mental baja. Bertanding di hadapan publik Nakhon Ratchasima yang kemungkinan akan riuh membutuhkan ketahanan psikologis ekstra agar komunikasi antar-pemain tidak terputus saat berada dalam posisi tertekan. Menikmati laga dengan segembiran mungkin tanpa merasakan tekanan berlebihan. Selebrasi spontan sebagai bagian untuk motivasi, juga tidak kalah penting.

​​Laga yang disiarkan langsung oleh Moji TV dan platform Vidio itu diprediksi akan berjalan sengit sejak set pertama. Indonesia memiliki keunggulan dalam postur fisik dan power serangan, sementara Thailand unggul dalam kolektivitas dan kematangan taktik.

​Jika skuad muda putri Indonesia mampu tampil lepas, menjaga kedisiplinan di setiap reli panjang, dan mendikte ritme permainan, serta tetap tampil riang maka peluang untuk menumbangkan Thailand dan mengunci status juara Grup A terbuka sangat lebar. Dukungan dan doa dari tanah air menyertai perjuangan srikandi muda Garuda. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.