Sekda NTB: ASN Harus Militan, Loyal dan Hadir Melayani Masyarakat

oleh -87 Dilihat
IMG 20260611 WA0053
Sekda NTB, Abul Chair, saat memimpin pengambilan sumpah dan janji PNS Pemprov NTB di Gedung Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Kamis (11/6). (Foto: Arief Rahman) 

KabarBaik.co, Mataram – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Abul Chair, menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak boleh hanya berperan sebagai pelaksana administrasi pemerintahan. ASN dituntut menjadi pelayan masyarakat yang memiliki komitmen, loyalitas, dan militansi dalam mendukung pembangunan daerah.

Penegasan tersebut disampaikan Abul Chair saat memimpin Pengambilan Sumpah dan Janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemerintah Provinsi NTB di Gedung Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Kamis (11/6).

Menurutnya, pengambilan sumpah dan janji PNS bukan sekadar formalitas administratif, melainkan momentum penting untuk memperkuat integritas, tanggung jawab, dan semangat pengabdian kepada masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.

“ASN harus memiliki tiga karakter utama, yakni komitmen, loyalitas, dan militansi. Komitmen dalam bekerja dan melayani masyarakat, loyalitas kepada organisasi dan negara, serta militansi dalam menghadapi berbagai tantangan dengan semangat pantang menyerah,” ujar Abul Chair.

Ia menjelaskan, berbagai program pembangunan yang saat ini dijalankan Pemerintah Provinsi NTB membutuhkan dukungan aparatur yang berkualitas dan profesional. Program tersebut mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengentasan kemiskinan, penguatan desa berdaya, penciptaan lapangan kerja, peningkatan pelayanan publik, hingga peningkatan daya saing daerah.

Menurut Abul Chair, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh regulasi yang baik, tetapi juga kualitas ASN yang menjalankan kebijakan di lapangan. “Keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang mengimplementasikannya. Karena itu ASN harus terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” katanya.

Sekda juga mengingatkan bahwa tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik semakin tinggi. Karena itu, ASN dituntut lebih adaptif terhadap perubahan, profesional dalam bekerja, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dan berorientasi pada hasil.

Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan seorang ASN bukan hanya menyelesaikan pekerjaan administratif, tetapi bagaimana kehadiran pemerintah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “ASN adalah pelayan masyarakat. Keberhasilan kita diukur dari sejauh mana pelayanan yang diberikan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Abul Chair juga mengajak seluruh ASN untuk menumbuhkan kecintaan terhadap NTB dan Indonesia melalui kerja nyata serta pengabdian yang tulus. Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan aparatur yang mampu berkolaborasi, menjaga integritas, dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Pada kesempatan tersebut, ia meminta seluruh pimpinan perangkat daerah terus melakukan pembinaan dan pengembangan kompetensi pegawai agar mampu memberikan kontribusi maksimal bagi organisasi dan masyarakat.

Menutup arahannya, Abul Chair mengucapkan selamat kepada seluruh pegawai yang telah mengucapkan sumpah dan janji sebagai PNS. Ia berharap momentum tersebut menjadi pengingat bahwa status ASN merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Jadilah ASN yang profesional, berakhlak, berintegritas, dan senantiasa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat sebagai bagian dari ikhtiar membangun NTB Makmur Mendunia,” tegas Sekda. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.