Sempat Alami Kenaikan Sebelum Lebaran, Volume Sampah di Gresik Kini Kembali Normal

oleh -50 Dilihat
WhatsApp Image 2025 04 12 at 13.55.54
Petugas kebersihan DLH Gresik saat membersihkan sampah selepas event Pasar Bandeng Gresik. (Foto: Muhammad Wildan Zaky)

KabarBaik.co – Kondisi sampah pasca Idul Fitri 2025 di Kabupaten Gresik terpantau aman dan terkendali. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik mencatat, meskipun sempat terjadi lonjakan volume sampah menjelang Lebaran, jumlah timbulan sampah justru menurun usai perayaan hari raya.

Hal tersebut disampaikan kepala Dinas Lingkungan Hidup, Sri Subaidah yang menyatakan bahwa kondisi sampah pasca Lebaran di Gresik aman terkendali.

Koordinator lapangan petugas kebersihan DLH Gresik, Wawan menjelaskan, volume sampah pasca Lebaran dan di hari biasa menunjukkan angka yang hampir sama, yaitu per harinya berkisar 200 ton. “Bahkan, sempat menurun drastis di hari H dan setelahnya karena banyak warga yang mudik dan petugas kebersihan juga libur,” ujar Wawan, Sabtu, (12/4).

Data DLH Gresik menunjukkan bahwa volume sampah tertinggi terjadi pada (20/3), yakni mencapai 296.420 kilogram. Angka ini menandai puncak lonjakan sampah jelang Idul Fitri. Sementara itu, volume terendah tercatat pada 2 April 2025, hanya 98.210 kilogram. Rata-rata harian selama periode 20 Maret hingga 2 April mencapai 203.400 kilogram.

Pola yang muncul menunjukkan peningkatan signifikan pada periode pra Lebaran, terutama pada 20 dan 21 Maret. Wawan menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh padatnya event-event kegiatan masyarakat menjelang Lebaran, seperti malam 25 Ramadan dan Pasar Bandeng yang menyumbang banyak sampah dari aktivitas konsumsi massal, “Dari pasar bandeng saja 11,9 ton sendiri,” ucapnya.

Sebaliknya, tren sebaliknya muncul pasca Lebaran. Pada 1 dan 2 April, volume sampah berada di bawah angka 100.000 kilogram. “Faktor utama penurunan ini adalah banyak warga yang meninggalkan Gresik untuk mudik, serta adanya petugas yang libur saat itu,” papar Wawan.

DLH Gresik menjelaskan bahwa keberhasilan ini juga berkat partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Salah satu strategi yang terus digencarkan adalah pengurangan sampah dari sumbernya, termasuk dengan mendorong desa-desa untuk mengelola sampah mandiri melalui program Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R).

“Penanganan sampah bukan semata tanggung jawab petugas. Kesadaran warga menjadi kunci agar lingkungan tetap bersih, termasuk saat momen besar seperti Lebaran,” kata Wawan. Dengan tren pengelolaan yang dinilai semakin membaik, DLH Gresik berharap pola penurunan volume sampah pasca hari raya bisa menjadi tolak ukur perbaikan tata kelola kebersihan berbasis partisipasi warga di masa mendatang. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Wildan Zaky
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.