KabarBaik.co – Warga Surabaya dan sekitarnya diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob yang diprediksi terjadi menjelang dan sesudah Hari Raya Waisak 2025. Peringatan ini dikeluarkan BMKG Tanjung Perak, mengingat fase bulan purnama yang sering memicu pasang laut maksimum.
Hari Raya Waisak tahun ini jatuh pada Senin, 12 Mei 2025, bertepatan dengan purnama sempurna yang akan mencapai puncaknya pada pukul 23.55 WIB. Momen ini menjadi detik-detik sakral bagi umat Buddha di seluruh dunia. Namun, fenomena astronomi tersebut juga membawa dampak berupa naiknya permukaan air laut di wilayah pesisir, termasuk Surabaya.
“Pasang air laut tertinggi diperkirakan terjadi pada 11 hingga 15 Mei 2025. Warga di wilayah pesisir kami imbau untuk tetap siaga terhadap kemungkinan banjir rob, apalagi jika bersamaan dengan hujan deras,” demikian pernyataan Adi, salah satu staf BMKG Tanjung Perak saat dikonfirmasi, Minggu (11/5).
Wilayah-wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi Tanjung Perak, Kalianak, Greges, Kenjeran, Bulak, hingga kawasan Pantai Timur Surabaya. Di area tersebut, genangan akibat pasang laut berpotensi mengganggu aktivitas warga, merendam permukiman rendah, serta menutup akses jalan utama.
BMKG juga mengingatkan bahwa situasi dapat semakin parah jika curah hujan tinggi terjadi bersamaan dengan pasang maksimum. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca dan pasang surut melalui sumber resmi. Langkah antisipasi, seperti menyelamatkan barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi, disarankan segera dilakukan jika tanda-tanda air mulai naik.
“Kesigapan dan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan dampak banjir rob,” tutup Adi. (*)








