Balita 2,5 Tahun Jadi Saksi Kunci Perampokan Sadis di Dukun Gresik

Editor: Andika DP
oleh -2502 Dilihat
Wardatun Toyibah, NZ dan Mahfud. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Dugaan perampokan sadis yang menewaskan Wardatun Toyibah, 28, warga Desa Imaan, Kecamatan Dukun, Gresik menyisakan sederet kejanggalan. Selain kondisi tempat kejadian perkara (TKP) yang sudah rusak. Kini, keterangan kunci untuk menguak peristiwa berdarah ini berada di kesaksian balita berusia 2,5 tahun.

Balita itu berinisial NZ, yang tak lain adalah anak kandung korban. Yang tidur bersama Wardatun Toyibah saat kejadian. Tidak hanya NZ, jajaran Satreskrim Polres Gresik juga terus mendalami keterangan suami korban Mahfud, 42. Ia adalah orang yang pertama kali menemukan jasad korban bersimbah darah di dalam kamar, Sabtu (16/3) kemarin sekira pukul 05.00 WIB.

Baca juga:  Wamenaker Ajak Pekerja Smelter PTFI Sukseskan Hilirasi

Terkait pemeriksaan NZ, polisi bakal menerapkan prosedur khusus lantaran dia masih berusia di bawah umur. “Kita akan lakukan pemeriksaan terhadap anak korban (NZ, red). Karena masih balita penangangannya dengan metode khusus,” kata Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan, Senin (18/3).

Masih menurut Aldhino, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Gresik akan menggandeng P2TP2A Kabupaten Gresik dan psikolog dalam rangka pendampingan. “Sebab balita yang masih berusia 2,5 tahun ini merupakan saksi mahkota. Selain berada satu kamar dengan korban, anak ini juga mengalami luka dibagian kaki,” tambahnya.

Baca juga:  RSWH Santuni Ratusan Anak Yatim dari 3 Kabupaten

Mengingat kondisi psikologis NZ yang masih balita, kepolisian juga menerjunkan tim penyidik Polwan. Nantinya, keterangan anak korban perlu didukung dengan alat bukti lain. Serta dipadukan dengan data scientific yang telah dihimpun oleh tim penyidik.

Sejauh ini, ada 10 saksi yang telah dimintai keterangan. Para saksi itu terdiri dari keluarga dan tetangga korban. Pihaknya juga masih melakukan pemeriksaan insentif terhadap suami korban yakni pengusaha yang bernama Mahfud, 42.

“Saksi Mahfud tidak tidur bersama korban, Karena suaminya ini yang mengetahui pertama kali dan tinggal satu rumah. Makanya kita lakukan pemeriksaan intensif,” tambah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2015 tersebut.

Baca juga:  Masih Buron, Ini Tampang Pelaku Utama Perampokan Sadis di Imaan Gresik

Seperti diberitakan, aksi dugaan perampokan sadis terjadi di Desa Imaan, Kecamatan Dukun, Gresik, Sabtu (16/3). Pelaku membunuh satu korban Wardatun Toyibah dan menggasak uang tunai sekitar Rp 150 juta dan satu HP.

Korban pergi selama-lamanya setelah mengalami empat luka tusuk. Hasil autopsi RSUD Ibnu Sina, terdapat dua luka di leher bagian depan, satu luka di leher bagian belakang, dan satu luka tusuk di dada sampai tembus ke ulu hati.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.