Bupati Gresik: Wajah Pemerintah Tercermin dari Layanan Puskesmas dan IGD

oleh -78 Dilihat
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, saat membuka Pelatihan Teknis Penyusunan SPM dan Renstra BLUD
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, saat membuka Pelatihan Teknis Penyusunan SPM dan Renstra BLUD.

KabarBaik.co, Gresik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui penguatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Rencana Strategis (Renstra) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, saat membuka Pelatihan Teknis Penyusunan SPM dan Renstra BLUD di Hotel Aston Gresik, Rabu (22/4).

Dalam arahannya, Yani menekankan bahwa sektor kesehatan merupakan garda terdepan yang membentuk citra pemerintah di mata masyarakat.

“Baik buruknya wajah pemerintah hari ini sangat ditentukan oleh pelayanan di lini terdepan, terutama puskesmas dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit,” ujar Yani.

Ia menilai, perubahan perilaku masyarakat yang semakin kritis di era digital menuntut birokrasi untuk bertransformasi, khususnya dalam pelayanan publik. Menurutnya, kualitas layanan kini mudah dinilai dan cepat tersebar luas.

“Pelayanan tidak bisa lagi menggunakan pola lama. Standar mutu dan kualitas harus disusun dengan baik, karena itu menjadi wajah pemerintah,” katanya.

Yani juga menyoroti tingginya ekspektasi masyarakat terhadap layanan kesehatan, terutama dari peserta BPJS Kesehatan. Ia menegaskan bahwa keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama.

“Yang utama adalah menyelamatkan masyarakat terlebih dahulu. Soal administrasi dan pembiayaan bisa kita carikan solusi,” ucapnya.

Lebih lanjut, Yani menilai tantangan layanan kesehatan saat ini tidak hanya terletak pada fasilitas atau sumber daya manusia, tetapi juga pada kualitas pelayanan.

“Banyak yang sekolahnya sama, alatnya juga tidak jauh berbeda. Tapi yang membedakan adalah pelayanan,” tuturnya.

Ia pun mengingatkan pentingnya penyusunan Renstra yang terukur, akuntabel, dan selaras dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Di tengah tuntutan efisiensi dan transparansi, setiap tahapan perencanaan hingga pelaksanaan harus dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, Mukhibatul Khusnah, menyampaikan bahwa pelatihan teknis ini berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan seluruh BLUD di Gresik.

Peserta terdiri dari tiga rumah sakit daerah, 32 puskesmas, serta satu Laboratorium Kesehatan Daerah. Mereka mengikuti penyusunan dokumen secara intensif, termasuk melalui metode karantina hingga malam hari.

“Dokumen yang disusun diharapkan selaras dengan Renstra Dinas Kesehatan dan RPJMD Kabupaten Gresik, serta mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan di seluruh fasilitas,” ujar Mukhibatul.

Proses penyusunan tersebut turut didampingi oleh tim dari Universitas Indonesia, dengan target penyelesaian dalam waktu satu bulan. Selain itu, peserta juga mendapat penguatan materi dari Kementerian Dalam Negeri terkait pengelolaan BLUD.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.