Cegah DBD, Kolaborasi Lintas Sektor Fogging 50 Rumah di Selodakon Jember

oleh -134 Dilihat
Petugas PMI saat melakukan fogging di lingkungan warga. (Foto: Ist)
Petugas PMI saat melakukan fogging di lingkungan warga Jember. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Jember – Sebanyak 50 kepala keluarga (KK) di Desa Selodakon, Kecamatan Tanggul, kini bisa sedikit bernapas lega. Untuk memutus mata rantai penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), tim gabungan langsung bergerak cepat menggelar aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) massal dan pengasapan (fogging), Sabtu pagi (6/6).

Aksi tanggap darurat ini mengolaborasikan berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Desa Selodakon, Puskesmas Klatakan, Kader Posyandu, tokoh masyarakat, hingga para relawan dari PMI Kabupaten Jember.

Dalam aksi ini, PMI Kabupaten Jember menerjunkan 8 relawan yang dibagi ke dalam dua tim. Berbekal dua unit alat thermal fogging, para relawan menyisir satu per satu area yang menjadi tempat favorit nyamuk Aedes aegypti bersarang.

Bukan hanya area dalam rumah warga, pengasapan juga juga menyasar pekarangan kosong dan tumpukan barang bekas serta fasilitas umum seperti musala dan gedung sekolah.

“Semua unsur di Desa Selodakon turun tangan langsung pagi ini. Langkah ini mutlak dilakukan agar tidak ada lagi warga kami yang terjangkit DBD. Di sisi lain, kami juga terus mengedukasi warga agar konsisten menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Kepala Desa
Selodakon, Suryanto.

Suryanto menambahkan, petugas bahkan sampai membuka penutup saluran air di area ramai dekat balai desa untuk memastikan pengasapan menjangkau sarang-sarang nyamuk yang tersembunyi.

Sementara relawan PMI fokus melakukan pengasapan, petugas dari Puskesmas Klatakan bersama Kader Posyandu bergerak dari rumah ke rumah.

Mereka memberikan edukasi langsung mengenai pentingnya gerakan 3M (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang) barang bekas yang berpotensi menampung air.

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menjelaskan bahwa aksi cepat ini merupakan tindak lanjut dari permohonan resmi yang diajukan pihak desa.

“Setelah menerima surat permohonan, tim markas langsung menerjunkan relawan untuk melakukan asesmen situasi. Hari ini, sebagai realisasinya, kami berkolaborasi dengan pihak desa dan puskesmas untuk melakukan fogging sekaligus PSN serentak,” jelas Zainollah.

Meski intervensi fogging dan PSN telah dilakukan, pihak PMI mengingatkan bahwa kunci utama memutus siklus hidup nyamuk DBD tetap berada di tangan masyarakat.

Kesadaran warga untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dari lingkungan rumah masing-masing adalah benteng pertahanan paling ampuh.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.