KabarBaik.co, Banyuwangi – Momen pernikahan biasanya menjadi ruang kebahagiaan bagi pasangan pengantin dan tamu undangan. Namun, pasangan Lutfina Aulia Rahman dan Achmad Irfandi mencoba menghadirkan pengalaman berbeda dalam resepsi pernikahan mereka.
Alih-alih hanya menyiapkan dekorasi dan hiburan untuk tamu dewasa, pasangan asal Banyuwangi ini menyediakan area bermain khusus anak di salah satu sudut lokasi resepsi pernikahan yang digelar di sebuah hotel wilayah Genteng, Banyuwangi.
Area tersebut berupa playground sederhana yang dilengkapi berbagai permainan tradisional dan aktivitas fisik. Mulai dari brakiasi, egrang kecil, gasing, kuda-kudaan, permainan papan kayu, hingga sejumlah permainan lain yang mengajak anak-anak bergerak dan berinteraksi.
Tak hanya menyediakan tempat bermain, pasangan ini juga menyiapkan suvenir khusus untuk tamu anak-anak berupa kitiran klutuk, yakni kincir angin tradisional yang dapat menghasilkan bunyi khas saat dimainkan.
Bagi Lutfina, kehadiran playground dalam resepsi pernikahan bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan bentuk kepedulian terhadap ruang tumbuh anak di tengah dominasi teknologi digital.
“Harapannya ini dapat menjadi inspirasi untuk penumbuhan ruang kepedulian terhadap anak, apalagi di era gempuran teknologi komunikasi yang membuat anak semakin jauh dari kebiasaan bermain yang menyehatkan fisik dan mental,” ujar Lutfina.
Ide tersebut berawal dari keresahan keduanya melihat minimnya ruang bermain anak dalam kegiatan yang mayoritas dihadiri orang dewasa. Padahal, anak-anak juga membutuhkan tempat yang nyaman untuk berekspresi dan bergerak.
“Biasanya orang membuat momen pernikahan berkesan di mata tamu sudah hal yang lumrah. Tapi kami ingin membuat kesan untuk tamu dewasa maupun anak-anak. Anak-anak harus diberikan tempat nyaman untuk bergerak di tengah hiruk pikuk kesibukan orang dewasa,” jelasnya.
Lutfina menyebut, konsep tersebut menjadi upaya kecil untuk membiasakan lingkungan yang lebih ramah anak. Menurutnya, ruang bermain tidak harus selalu besar, tetapi bisa dimulai dari lingkungan terdekat seperti keluarga dan kegiatan masyarakat.
Pasangan ini memang memiliki perhatian khusus terhadap isu anak dan pendidikan. Lutfina merupakan seorang magister pertanian yang aktif dalam kegiatan terkait tumbuh kembang anak.
Sementara Achmad Irfandi merupakan Ketua Yayasan Kampung Lali Gadget, yayasan sosial di Sidoarjo yang bergerak dalam pengembangan permainan rakyat dan kebudayaan sebagai upaya mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai.
Ke depan, keduanya berkomitmen mendorong semakin banyak ruang tumbuh kembang anak, baik di tingkat keluarga maupun masyarakat. “Dimulai dari menormalisasi segala kegiatan untuk bisa ramah anak,” pungkas Lutfina. (*)





