Gangster Satroni Rumah Makan Geprek di Sidoarjo, Atap Plafon Rusak dan Karyawan Alami Syok

oleh -144 Dilihat
Pekerja rumah makan geprek di Sidoarjo saat disatroni gangster. (Foto: Ist)
Pekerja rumah makan geprek di Sidoarjo saat disatroni gangster. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Aksi yang diduga melibatkan kelompok gangster kembali meresahkan warga Sidoarjo. Kali ini, kepanikan terjadi di sebuah outlet ayam geprek di Desa Ngaban, Kecamaran Tanggulangin pada Minggu (26/7) dini hari setelah dua pria yang diduga kabur dari kejaran sekelompok orang tiba-tiba masuk ke dalam rumah makan untuk mencari perlindungan.

Insiden tersebut membuat suasana outlet yang masih beroperasi mendadak mencekam. Salah seorang pria bahkan nekat memanjat atap bangunan hingga masuk ke bagian plafon untuk bersembunyi. Aksi itu mengakibatkan sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan.

Supervisor outlet ayam geprek, Risa, mengatakan saat kejadian hanya ada seorang karyawan laki-laki yang berjaga. Rekannya yang biasanya bertugas sedang sakit sehingga seluruh operasional malam itu ditangani seorang diri.

“Orang itu sepertinya lari dari kejaran kelompoknya. Mungkin dia mencari perlindungan atau sekadar mencari tempat untuk bersembunyi,” ujar Risa.

Menurutnya, dua pria sempat masuk ke area outlet saat aktivitas produksi masih berlangsung. Salah satunya memilih naik ke atap hingga menjebol plafon sebelum akhirnya melompat ke dalam bangunan.

Akibat peristiwa tersebut, bagian atap, genteng, plafon hingga area kasir mengalami kerusakan. Beruntung, tidak ada barang berharga yang hilang maupun dirusak.

“Tidak ada uang maupun handphone yang diambil. Kemungkinan memang hanya konflik antarpribadi, kebetulan mereka larinya ke sini,” katanya.

Meski tidak menimbulkan korban luka, insiden itu membuat para karyawan syok karena peristiwa terjadi secara tiba-tiba saat mereka masih bekerja.

“Tidak ada yang terluka, hanya kaget dengan kejadian itu,” tutur Risa.

Peristiwa tersebut kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap maraknya aksi kelompok yang diduga gangster pada malam hingga dini hari. Selain mengganggu ketertiban umum, aksi kejar-kejaran di kawasan permukiman maupun pusat usaha dinilai berpotensi membahayakan warga dan pelaku usaha yang tidak mengetahui persoalan yang terjadi.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.