Gubernur Khofifah Luncurkan 1.193 Beasiswa untuk Cetak Santri Unggul

oleh -76 Dilihat
IMG 20250521 WA0043
Program beasiswa ini, bukan hanya bantuan finansial, melainkan upaya strategis membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berbasis nilai karakter.

KabarBaik.co – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-117, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan 1.193 beasiswa bagi santri unggul melalui Program Beasiswa Santri Unggul Tahun 2025. Acara ini berlangsung di Gedung Islamic Centre Surabaya pada Selasa (20/5) sore.

Gubernur Khofifah menekankan pentingnya peran santri dalam perjalanan bangsa. Ia menyebutkan bahwa santri tidak hanya berperan sebagai penjaga nilai moral dan spiritual, tetapi juga menjadi aset intelektual bangsa.

“Ketika santri diberi akses pendidikan tinggi, mereka akan tumbuh menjadi pemimpin yang visioner, berakhlak, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Khofifah dalam sambutannya.

Program beasiswa ini, lanjutnya, bukan hanya bantuan finansial, melainkan upaya strategis membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berbasis nilai karakter.

“Kita tengah menyiapkan sumber daya manusia yang unggul secara intelektual dan berintegritas. Pesantren adalah kawah candradimuka terbaik untuk membentuk karakter ini,” tegasnya.

Program beasiswa yang dijalankan melalui Lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD) Jawa Timur ini terbagi dalam lima skema dengan total anggaran mencapai Rp 31,3 miliar.

Jenjang S1: 518 santri, Rp 6,3 miliar. Jenjang S2: 225 santri, Rp 4,275 miliar. Jenjang S3: 40 santri, Rp 3 miliar. Ma’had Aly (M1): 380 santri, Rp 6 miliar. Universitas Al-Azhar Kairo (S2): 30 santri, Rp 11,28 miliar.

Sejak dimulai pada 2019, program ini telah menjangkau 6.876 santri dari berbagai wilayah di Jawa Timur.

Gubernur Khofifah menilai, banyaknya jumlah santri dan pondok pesantren di Jawa Timur merupakan kekuatan strategis untuk mendorong kemajuan nasional, baik dari segi moralitas maupun inovasi.

“Santri adalah agen transformasi sosial. Mereka bisa menjadi akademisi, teknokrat, diplomat, hingga entrepreneur. Tugas kita adalah membuka akses, membimbing, dan mempercayakan mereka dengan tanggung jawab,” tuturnya.

Khofifah juga menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari visi besar Pemprov Jatim untuk menyiapkan Generasi Emas 2045 yang kompeten, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan nilai keislaman.

Selain beasiswa untuk santri, Pemprov Jatim juga memberikan perhatian khusus kepada pesantren yang memiliki perguruan tinggi. Beasiswa S2 dan S3 diberikan untuk dosen tetap, dengan 14 di antaranya telah lulus program doktoral.

“Penguatan kapasitas dosen pesantren menjadi prioritas. Ini penting untuk mendukung pesantren yang ingin mencetak lulusan unggul,” kata Khofifah.

Tahun ini, Pemprov Jatim mulai mengirim mahasiswa S2 ke Universitas Al-Azhar Kairo, melanjutkan tradisi pengiriman santri S1 di tahun-tahun sebelumnya.

“Harapannya, mereka tidak hanya menjadi sarjana, tetapi ulama Al-Azhar yang membawa nilai-nilai pesantren untuk membangun bangsa,” jelasnya.

Di akhir acara, Khofifah mengajak semua elemen masyarakat menjadikan Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum untuk mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas.

“Insya Allah, dari santri hari ini akan lahir pemimpin-pemimpin besar yang membawa ilmu, akhlak, dan semangat kebangsaan untuk membangun Indonesia yang maju dan bermartabat,” pungkasnya.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, rektor PTKI, Mudir Ma’had Aly, kepala OPD Pemprov Jatim, serta pengasuh pesantren dan mahasiswa S3 penerima beasiswa.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.