KabarBaik.co, Bojonegoro – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Kasiman, Bojonegoro, pada Minggu (22/2) lalu, mengakibatkan tanah longsor di bantaran Sungai Tambakmerak, di Dusun/Desa Tambakmerak. Akibatnya, satu rumah warga terdampak longsor.
Peristiwa hujan lebat yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB itu menyebabkan tanah di sekitar sungai amblas dengan panjang sekitar 7 meter, tinggi 6 meter, dan lebar 3 meter. Akibatnya, satu rumah milik warga bernama Sokran, 54, mengalami kerusakan berat pada bagian kamar setelah tembok samping rumah terdampak longsoran.
Plt Kalaksa BPBD Bojonegoro Heru Wicaksi mengatakan bahwa kejadian tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah setempat sehingga menyebabkan erosi pada tebing sungai.
“Berdasarkan laporan yang kami terima kemarin dari pemerintah desa, hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan tanah di sekitar Sungai Tambakmerak mengalami ambles dan longsor. Dampaknya, satu rumah warga mengalami kerusakan berat pada bagian kamar akibat tembok samping rumah terdampak,” ujar Heru, Jum’at (5/6).
Meski menimbulkan kerusakan material, namun Heru memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Saat ini kami bersama BPBD Provinsi Jawa Timur telah melakukan assessment di lokasi untuk mengetahui tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan lebih lanjut,” katanya.
Heru menambahkan Pemerintah Desa Tambakmerak sebelumnya telah melakukan langkah penanganan darurat dengan memasang sesek bambu dan karung sebagai upaya menahan pergerakan tanah. Selain itu, pemerintah desa juga telah mengajukan surat kepada Bupati Bojonegoro dengan tembusan kepada BPBD, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA).
“Pemerintah desa mengharapkan adanya penanganan permanen berupa pemasangan bronjong beserta isiannya untuk memperkuat tebing sungai dan mencegah longsor susulan,” jelasnya.
BPBD Bojonegoro mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan daerah rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi memicu bencana serupa. (*)








