KabarBaik.co, Surabaya – Pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan milik Pakuwon Group di Surabaya belakangan menjadi perhatian publik. Menanggapi beragam spekulasi yang beredar, manajemen memastikan kebijakan tersebut murni dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengunjung dan penataan kawasan, bukan karena adanya ancaman keamanan.
Direktur Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi menegaskan kondisi keamanan di Surabaya tetap kondusif. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mengaitkan pemasangan pagar dengan isu-isu yang berkembang.
“Surabaya itu kota yang aman dan nyaman. Tidak ada kaitannya dengan isu keamanan,” kata Sutandi saat dikonfirmasi KabarBaik.co, Selasa (21/7).
Menurut Sutandi, pemasangan pagar di Pakuwon Mall salah satunya dipicu perubahan arus lalu lintas setelah beroperasinya jalan radial yang menghubungkan kawasan Pakuwon City dengan Citraland. Perubahan tersebut membuat aktivitas kendaraan di sekitar mal semakin padat.
Sutandi menjelaskan area depan Pakuwon Mall memiliki bukaan yang cukup panjang, sekitar 1,5 kilometer. Kondisi itu dinilai berisiko karena banyak pengunjung menyeberang di luar titik yang semestinya.
“Kalau semua orang menyeberang dan masuk sembarangan, justru membahayakan keselamatan mereka sendiri,” ujarnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa pemasangan pagar dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan. Menurutnya, kebijakan tersebut semata-mata merupakan bagian dari upaya meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan pengunjung.
“Pakuwon bukan peramal. Kami tidak tahu akan terjadi apa. Jadi, tidak ada kaitannya dengan isu-isu yang berkembang,” tegasnya.
Sutandi berharap masyarakat tidak berlebihan menanggapi kebijakan tersebut. Ia memastikan kondisi keamanan di Surabaya tetap baik sehingga pengunjung dapat beraktivitas di pusat perbelanjaan dengan nyaman.
Lebih lanjut, ia mengatakan penggunaan pagar sebenarnya bukan hal baru di lingkungan mal yang dikelola Pakuwon Group. Sejumlah pusat perbelanjaan telah lebih dulu menerapkan konsep serupa sebagai bagian dari standar keselamatan dan penataan kawasan.
Royal Plaza Surabaya, misalnya, telah menggunakan pagar sejak 2006. Sementara itu, desain pagar di Pakuwon Mall mengacu pada konsep yang diterapkan di Blok M Plaza, Jakarta. Adapun Tunjungan Plaza 4 dan Tunjungan Plaza 5 telah menggunakan pagar berbahan kaca, sedangkan Pakuwon City Mall memakai pagar BRC yang membentang di sepanjang kawasan mal. (*)








