KabarBaik.co – Korban wahana maut Pendalum 360° Jawa Timur Park (JTP) 1 berinisial RDP, 13, ternyata merupakan siswa MTsN 1 Kota Malang. Warga Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang itu saat ini masih dirawat di rumah sakit. Kondisi kaki kanannya tampak masih dalam balutan gips.
Tak hanya itu, dia juga masih mengenakan alat bantu untuk berjalan. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa korban mengalami patah tulang 2 buah tulang betis kanan, patah tulang jari tengah kanan, dan patah tulang jari manis kanan.
RDP menuturkan, dia ke Jatim Park bersama kakak kandung, teman kakak kandungnya, dan guru lesnya, pada Selasa (8/4) sekitar pukul 09.00 WIB. Dia mencoba hampir semua wahana yang tersedia di tempat itu.
Namun, saat itu kejadian nahas menimpanya. Akibat tali pengaman yang terlepas mengakibatkan RDP terlempar. ”Kejadian itu sangat cepat. Saya saat itu cuman diam nggak nangis, nggak njerit. Soalnya pikirannya udah aneh-aneh, kayak pikirannya itu udah ini diamputasi,” ucap RDP saat ditemui di kediamannya, Sabtu (19/4).
Saat peristiwa terjadi, lanjut RDP, operator wahana berlari dan mengevakuasinya menggunakan tandu menuju ke klinik Jatim Park 1. Tidak lama setelah itu, dia langsung dilarikan ke RS Baptis. Yang menjadi kekhawatirannya setelah kejadian itu soal kakinya yang terancam diamputasi.
RDP semakin was-was ketika dirujuk ke RS Persada Hospital Kota Malang. “Sampai sempat waktu ditandu itu saya tanya ke yang membawa saya. Mas, gimana ini, Mas? Saya masih kelas 1 SMP. Masa diamputasi, Mas? Gimana ini, masa depan saya terganggu dong,” ucapnya menirukan kembali kalimat yang dia sampaikan pasca kejadian.
Sebelumnya, RDP pada Rabu (9/4) siang, telah menjalani operasi dan dilanjutkan rawat inap hingga Sabtu (12/4). Saat ini dia sudah menjalani rawat jalan. (*)






