KabarBaik.co, Mataram – Kapolda NTB Irjen Pol Edy Murbowo menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pelaksanaan pengamanan, khususnya saat menghadapi aksi unjuk rasa. Hal tersebut disampaikan saat memimpin Apel Kesiapan Kontijensi Aman Nusa I Rinjani 2026 di Lapangan Bhara Daksa Polda NTB, Senin (6/4).
Dalam arahannya, Kapolda secara tegas mengingatkan seluruh personel agar menghindari tindakan represif dalam setiap pengamanan aksi massa.
“Dalam pelayanan pengamanan unjuk rasa hindari tindakan represif, serta tampilkan gestur yang empatik dan bukan konfrontatif,” tegasnya.
Menurutnya, pendekatan yang mengedepankan empati dan komunikasi yang baik menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan tanpa menimbulkan eskalasi konflik di lapangan. Ia juga menegaskan bahwa unjuk rasa merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang harus dikelola secara bijak.
Dalam penekanan tersebut, Kapolda NTB juga menyampaikan arahan penting lainnya kepada seluruh jajaran, yakni menjaga dan memelihara solidaritas internal serta menghindari ego sektoral dengan memastikan seluruh fungsi bergerak dalam satu komando dan tujuan. Ia juga meminta penguatan sabuk kamtibmas untuk mengamankan markas komando dan asrama Polri.
Lebih lanjut, seluruh personel diminta meningkatkan kepekaan dan kewaspadaan melalui optimalisasi deteksi dini serta respons cepat terhadap perkembangan situasi di masyarakat. Kapolda juga mendorong agar jajaran secara proaktif membuka ruang dialog dengan berbagai elemen, termasuk akademisi, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pemuda.
Di sisi lain, penguatan sinergi lintas sektoral bersama stakeholder terkait juga menjadi perhatian penting dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Kapolda Edy menegaskan, keberhasilan pengamanan tidak hanya diukur dari kondisi yang aman, tetapi juga dari kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang humanis.
“Keberhasilan bukan hanya diukur dari aman atau tidaknya kamtibmas, tetapi juga dari bagaimana masyarakat merasakan kehadiran Polri,” ujarnya.
Apel ini menjadi bagian dari kesiapan Polda NTB dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan serta memastikan setiap personel mampu bertindak profesional, terukur, dan mengedepankan pendekatan persuasif dalam setiap situasi.(*)






