KabarBaik.co, Mataram – Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadirkan kegiatan yang tidak biasa dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Untuk pertama kalinya, Kapolda NTB Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja menggelar Lomba Adzan dan Memandikan Jenazah antar personel Polres dan Satuan Kerja (Satker) jajaran Polda NTB dengan hadiah utama berupa umrah bagi para juara.
Kegiatan pembinaan tradisi keagamaan tersebut berlangsung selama dua hari, 18 hingga 19 Juni 2026, di Masjid Baitussalam Polda NTB. Sebanyak 71 peserta mengikuti lomba adzan dan 47 peserta mengikuti lomba memandikan jenazah yang berasal dari seluruh Polres dan Satker di lingkungan Polda NTB.
Kapolda NTB Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai upaya membangun karakter anggota Polri yang tidak hanya profesional dalam tugas kepolisian, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, NTB merupakan provinsi dengan mayoritas penduduk beragama Islam yang mencapai sekitar 95,5 persen, sehingga kemampuan mengumandangkan adzan maupun mengurus jenazah menjadi keterampilan yang relevan dan dibutuhkan di tengah masyarakat.
“Dengan adanya lomba memandikan jenazah ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada generasi muda, khususnya anggota Polri sebagai garda terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kapolda.
Ia menjelaskan, keterampilan memandikan jenazah juga memiliki keterkaitan dengan tugas kepolisian di lapangan. Pasalnya, kasus meninggal dunia maupun penemuan mayat di wilayah NTB masih cukup menonjol sehingga dibutuhkan personel yang memahami tata cara pengurusan jenazah dengan baik.
“Di Polda NTB, kasus meninggal dunia dan penemuan mayat cukup menonjol sehingga diperlukan keterampilan memandikan jenazah. Setiap Polres diperlukan tim yang paham tentang tata cara memandikan jenazah,” katanya.
Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja menegaskan, lomba tersebut sengaja digelar sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual anggota sekaligus mengasah kesiapan personel dalam memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat.
“Lomba ini sengaja digelar antar Polres dan Satker Polda untuk mengasah kesiapan anggota di lapangan. Kita ingin mewujudkan sosok Polri yang humanis dan agamis. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kepedulian sosial dan meningkatkan keterampilan anggota,” tegasnya.
Kapolda berharap melalui kegiatan ini akan lahir generasi Polri yang mampu berkolaborasi dengan masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, tidak hanya berfokus pada tugas penegakan hukum. “Diharapkan tumbuh generasi Polri yang bisa bekerja sama dengan masyarakat, tidak hanya penegakan hukum,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa ide penyelenggaraan lomba tersebut berawal dari pengalaman saat bertugas sebagai Irwasda di Polda Aceh. Pengalaman itu kemudian menjadi inspirasi untuk menghadirkan kegiatan serupa di NTB sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai religius dan kemanusiaan di lingkungan Polri.
Dengan hadiah umrah yang disiapkan bagi para pemenang, lomba adzan dan memandikan jenazah ini menjadi salah satu rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 yang paling menarik perhatian. Selain mengedepankan kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi untuk memperkuat peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang humanis, religius, serta dekat dengan kebutuhan sosial warga. (*)






