Kekeringan Meluas di Bojonegoro, BPBD Salurkan 275 Ribu Liter Air Bersih ke 11 Desa

oleh -63 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 24 at 9.47.25 AM
Droping air bersih ke kecamatan Sugihwaras Bojonegoro (Ist)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Dampak musim kemarau mulai dirasakan di sejumlah wilayah Bojonegoro. Kekeringan yang kian meluas menyebabkan warga di beberapa desa kesulitan memperoleh air bersih, sehingga BPBD Bojonegoro terus melakukan penyaluran bantuan air bersih.

Hingga Kamis (23/7), BPBD Bojonegoro telah mendistribusikan sebanyak 275 ribu liter air bersih kepada masyarakat terdampak. Bantuan tersebut disalurkan menggunakan 55 truk tangki, dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.

Kalaksa BPBD Bojonegoro Heru Wicaksi mengatakan hingga saat ini sudah ada 11 desa di 7 kecamatan yang mengajukan permohonan bantuan air bersih akibat mulai mengeringnya sejumlah sumber air.

Di antaranya Desa Deru, Sumberharjo, dan Margoagung turut Kecamatan Sumberrejo. Desa Sumberjokidul, Kecamatan Sukosewu; Desa Sugihwaras dan Luwihaji turut Kecamatan Ngraho; Desa Nglampin di Kecamatan Ngambon; Desa Papringan di Kecamatan Temayang; Desa Meduri di Kecamatan Margomulyo; serta Desa Sendangharjo dan Trenggulunan di Kecamatan Ngasem.

“Sampai Kamis (23/7), kami telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 55 tangki atau sekitar 275 ribu liter kepada desa-desa yang terdampak kekeringan,” ujar Heru.

Menurutnya, jumlah desa yang terdampak diperkirakan masih akan terus bertambah. Pasalnya, BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini berpotensi lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya.

BPBD pun telah menyiagakan seluruh personel beserta armada untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan air bersih di berbagai wilayah.

“Seluruh tim kami selalu siaga apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk melakukan dropping air bersih ke daerah yang mengalami krisis air,” katanya.

Heru menjelaskan kondisi saat ini masih belum memasuki puncak musim kemarau. Berdasarkan prakiraan BMKG, puncak kemarau di Bojonegoro diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026. Pada periode tersebut, potensi kekeringan diprediksi semakin meluas dan berdampak pada lebih banyak desa.

“Dari prediksi tersebut, kemungkinan akan semakin banyak wilayah di Bojonegoro yang mengalami krisis air bersih,” tambahnya.

BPBD mengimbau masyarakat agar menggunakan air bersih secara bijak dan mengutamakan kebutuhan pokok sehari-hari. Bagi warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih, pemerintah daerah mempersilakan untuk segera mengajukan permohonan bantuan agar distribusi dapat dilakukan secepatnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.