Tekan Kenakalan Remaja, Jombang Andalkan Duta GenRe sebagai Role Model Generasi Muda

oleh -54 Dilihat
Pemilihan Duta GenRe Kabupaten Jombang 2026 diikuti 125 remaja. (istimewa)
Pemilihan Duta GenRe Kabupaten Jombang 2026 diikuti 125 remaja. (istimewa)

KabarBaik.co, Jombang – Maraknya isu kenakalan remaja di lingkungan sekolah dan masyarakat mendorong Pemerintah Kabupaten Jombang memperkuat peran Duta Generasi Berencana (GenRe) di Aula Bung Tomo.

Melalui program ini, para remaja terpilih dipersiapkan menjadi panutan sekaligus teman curhat yang aman bagi remaja seusianya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB PPPA) Kabupaten Jombang, dr Ma’murotus Sa’diyah, atau yang akrab disapa Ning Eyik, mengatakan keberadaan Duta GenRe terbukti memberikan dampak positif di lingkungan sekolah.

“Berdasarkan evaluasi kami, sekolah yang aktif mengikuti kegiatan GenRe mengalami penurunan tingkat kenakalan remaja. Karena itu, mereka perlu dibekali agar mampu menjadi contoh bagi teman-temannya,” ujar Neng Eyik, Jum’at (24/7).

Ia menjelaskan, Duta GenRe diharapkan menjadi sosok inspiratif yang mampu mengajak remaja mengisi masa muda dengan kegiatan positif dan prestasi.

“Duta GenRe bisa menjadi panutan di sekolah maupun lingkungan masing-masing. Mereka menjadi rujukan tentang bagaimana menjadi remaja yang positif dan berprestasi,” katanya.

Pemilihan Duta GenRe tahun ini diikuti sekitar 125 peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Jombang, termasuk wilayah pinggiran seperti Kecamatan Ngoro. Setelah melalui seleksi, panitia menetapkan 10 pasang finalis yang tampil pada babak puncak.

Para finalis tidak hanya dinilai dari penampilan, tetapi juga diuji pemahamannya mengenai ketahanan keluarga, program keluarga berencana, serta kreativitas dan kontribusi positif bagi masyarakat.

Usai kompetisi, para Duta GenRe akan mendapat pendampingan berkelanjutan dari DPPKB PPPA bersama BKKBN. Mereka akan diterjunkan sebagai mitra pemerintah untuk mengedukasi remaja mengenai bahaya Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), seperti seks bebas, pernikahan dini, dan penyalahgunaan narkoba, sekaligus mengampanyekan usia ideal menikah.

“Mereka akan terus kami dampingi dan dilibatkan dalam berbagai program BKKBN di lapangan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh para remaja,” ujarnya.

Menurutnya, pembinaan remaja merupakan investasi penting dalam menyiapkan generasi masa depan.

“Remaja adalah masa depan bangsa. Terwujudnya Generasi Emas sangat ditentukan oleh bekal yang kita berikan kepada mereka hari ini,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.