Kolaborasi Dinkes dan PWI Gresik Dorong Percepatan Eliminasi TBC

oleh -34 Dilihat
IMG 8729 scaled
Seminar Kesehatan kolaborasi Dinkes dan PWI Gresik. (Foto: Andika DP)

KabarBaik.co – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik berkolaborasi bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) setempat, menggelar Seminar Kesehatan dalam rangka percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC). Digelar di GNI, seminar ini mengusung tema besar “Jaga Diri, Jaga Lingkungan: Waspadai TBC Sebelum Menyebar.”

Seminar pada Selasa (9/12) ini dihadiri langsung Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kepala Dinkes Mukhibatul Khusnah sebagai narasumber. Hadir pula Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono, jajaran kepala Puskesmas se-Gresik, perwakilan pondok pesantren dan anggota PWI Gresik.

Dalam sambutannya, Ketua PWI Kabupaten Gresik Deni Ali Setiono mengungkap alasan mengangkat bahasan percepatan penanganan TBC. “Kita ketahui TBC ini penyakit yang smooth tapi membahayakan. Tidak hanya Dinas Kesehatan, ini juga salah satu tugas pers untuk mengedukasi dan memberikan informasi yang positif kepada masyarakat,” katanya.

Deni menambahkan, kolaborasi Dinkes dan PWI Gresik ini merupakan yang kesekian kalinya. “Harapannya dari diskusi ini menjadi kontribusi dalam percepatan penanganan TBC di Kabupaten Gresik. Apalagi berdasarkan data ada 2.740 kasus TBC sepanjang tahun 2025 di Gresuk, dan tahun 2028 kita menuntaskan zero TBC,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Gresik Mukhibatul Khusnah menegaskan bahwa Pemkab sudah mempunyai banyak regulasi penanganan TBC, mulai dari Perbup hingga Keputusan Bupati. Dikatakan, eliminasi TBC ini adalah salah satu program prioritas Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Eliminasi secara nasional ditarget tahun 2030, sementara Kabupaten Gresik berdasarkan Perbup targetnya bisa eliminasi TBC tahun 2028, dua tahun lebih cepat dari target nasional. Untuk itu, kolaborasi terus digencarkan,” tandasnya.

Untuk mencapai target tersebut, nantinya maksimal sebaran TBC yakni 65 per 100 ribu penduduk. “Saat ini Gresik masih 199 kasus TBc per 100 ribu penduduk,” tambahnya.

Dari situ, Pemkab Gresik sudah berkolaborasi dengan berbagai stakeholder, menemukan sebanyak-banyaknya pasien TBC dengan tujuan agar bisa diobati. Seperti saat skrining stunting di Posyandu, maupun skrining diabetes.

“Saat ini 10 puskesmas sudah bisa TCM (Tes Cepat Molekuler), tidak perlu ke RSUD Ibnu Sina. Gratis, mulai dari pemeriksaan, pendampingan hingga pengobatan. Harapannya tahun 2028 bisa menuntaskan target tersebut. 90 persen pasien yang ditemukan itu harus bisa diobati dan angka kematian turun drastis.,” tutupnya.

Dalam kesempatannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi atas kolaborasi Dinkes dan PWI Gresik dalam percepatan eliminasi TBC. “Yang pertama tentu saya sampaikan apresiasi kepada Dinkes dan PWI Gresik,” ungkapnya.

Saat ini seminar, lanjut Bupati Yani, mungkin tahun depan bisa turun langsung ke lapangan. Salah satunya menyasar pondok pesantren untuk sosialisasi atau skrining TBC. Tidak hanya eliminasi TBC, pihaknya juga mendorong kolaborasi dalam berbagai program strategis nasional lainnya.

“TBC ini menjadi perhatian serius untuk semua pihak, baik pemerintah daerah, puskesmas, jurnalis dan lainnya. Tapi yang paling penting adalah, TBC bisa sembuh,” tandasnya.

Gus Yani juga menyoroti pentingnya perhatian khusus untuk jaga diri dan jaga lingkungan. Rumah maupun asrama. Memperhatikan kelembapan, pencahayaan hingga ventilasi. “Jika ada kasus di pondok, lapor saja ke puskesmas, nanti akan ditracing dan ditindaklanjuti,” terangnya.

Tidak kalah penting, bupati dua periode itu mengajak masyarakat untuk mengedepankan pola hidup bersih dan sehat. Salah satunya dengan olahraga rutin. “Harapannya tidak ada diskriminasi di masyarakat. Memang TBC penyakit menular, tapi yang perlu digarisbawahi bahwa TBC bisa sembuh,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.