Komisi III DPRD Kota Pasuruan Desak Pemprov Jatim Prioritaskan Penanganan 3 Sungai Penyebab Banjir

oleh -314 Dilihat
IMG 20251210 WA0031
Komisi III DPRD Kota Pasuruan bertemu dengan Dinas PU SDA Jatim. (Foto: Zia Ulhaq)

KabarBaik.co – Komisi III DPRD Kota Pasuruan menggelar hearing dengan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur, untuk membahas solusi komprehensif atas bencana banjir tahunan yang rutin melanda Kota Pasuruan.

Pertemuan tersebut mengungkap sejumlah fakta dan tantangan serius dalam upaya penanganan kerusakan kritis di sungai Gembong.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan, Muhammad Munif, dalam sesi tanya jawab mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap kondisi sungai Gembong, yang merupakan salah satu dari tiga sungai besar yang melintasi wilayah Kota Pasuruan.

“Dari analisanya menunjukkan bahwa dinding sungai Gembong mengalami kerusakan parah hingga 70 persen. Kondisi ini sangat kritis, berpotensi longsor, dan jelas-jelas menghambat upaya mitigasi banjir, terutama di wilayah padat penduduk sepanjang bantaran sungai,” kata Munif, Rabu (10/12).

Dalam pertemuan ini Komisi III menemukan permasalahan anggaran dan penolakan warga dalam pembangunan infrastruktur yang dapat mengganggu aktivitas warga. “Untuk permasalahan pembangunan dalam pencegahan banjir yaitu anggaran yang belum ada serta aktivitas warga sekitar yang terganggu,” ucapnya.

Ketua Komisi III mengusulkan langkah terobosan dalam masalah ini. Pemkot Pasuruan diharapkan bisa menggunakan anggaran kota untuk membangun rumah pompa di wilayah yang merupakan kewenangan Dinas PU SDA Jatim, asalkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) segera disepakati.

“Ini adalah komitmen kami untuk mencari solusi cepat di tengah keterbatasan. Kami mendesak Pemprov Jatim untuk mempercepat PKS dan memprioritaskan perkuatan tebing di Sungai Gembong, Welang dan Petung,” tegas Ketua Komisi III.

Selain itu, Komisi III juga menyoroti perlunya penanganan aspek lokal. Seperti perbaikan drainase kota yang tidak memadai dan masalah pemukiman padat di bantaran sungai yang menghambat akses alat berat.

DPRD berharap hearing ini menjadi langkah awal untuk sinergi yang lebih kuat antara Pemkot Pasuruan dan Pemprov Jawa Timur dalam mewujudkan Kota Pasuruan yang bebas dari banjir rutin. “Semoga hasil pertemuan ini membawa positif bagi Kota Pasuruan dengan Kota bebas dari banjir musiman,” tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ziaul Haq
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.