Korban Ledakan Mercon di Ponorogo Meninggal Setelah 4 Hari Dirawat

oleh -68 Dilihat
WhatsApp Image 2026 03 05 at 16.19.36
Jenazah korban ledakan mercon berinisial AFT berada di kamar jenazah RSUD dr. Harjono Ponorogo sebelum diserahkan kepada pihak keluarga (Antara/HO - Prastyo)

KabarBaik.co, Ponorogo – Satu korban luka ledakan petasan di Dukuh Cuwet, Desa Plosojenar, Kauman, Ponorogo, meninggal. Korban meninggal setelah menjalani perawatan intensif selama empat hari di RSUD dr. Harjono.

Humas RSUD dr. Harjono Ponorogo Sugianto mengatakan korban berinisial AFT meninggal dunia pada Kamis (5/3) pukul 05.40 WIB setelah sebelumnya dirawat akibat luka bakar serius dan gangguan pada saluran pernapasan.

“Luka bakarnya sekitar 36 persen. Selain itu ada gangguan pada saluran pernapasan sehingga pasien harus mendapatkan penanganan intensif,” kata Sugianto, Kamis (5/3).

Ia menjelaskan tim medis sempat melakukan pembersihan luka di ruang operasi sebelum korban dirawat di ruang ICU karena membutuhkan perawatan khusus. Selama dirawat, korban juga menggunakan alat bantu pernapasan.

Menurut Sugianto, luka akibat ledakan terjadi di area leher sehingga berdampak pada pembuluh darah dan saluran napas korban.

“Selama empat hari di ICU pasien menggunakan alat bantu napas. Luka di sekitar leher membuat pembuluh darah dan jalan napas terganggu hingga akhirnya pasien mengalami gagal napas,” ujarnya.

Meski tim medis telah memberikan penanganan maksimal, kondisi korban terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Selain luka bakar, risiko infeksi akibat ledakan juga turut memperburuk kondisi korban selama menjalani perawatan.

Sugianto menambahkan untuk pembiayaan perawatan pasien, pihak rumah sakit turut berkoordinasi dengan sejumlah pihak karena tidak seluruh biaya dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Rumah sakit menanggung sebagian biaya, kemudian kami juga berkoordinasi dengan Baznas dan pihak kelurahan untuk membantu solusi pembiayaan,” katanya.

Sementara itu, satu korban lainnya berinisial HDA yang mengalami luka bakar sekitar 16 persen dilaporkan telah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatannya membaik. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.