Lebaran Sehat Bebas Strok dengan Nikmat Silaturahmi Tanpa Risiko

oleh -97 Dilihat
Dokter Spesialis Saraf RSUD Ibnu Sina dr Heri Munajib
Dokter Spesialis Saraf RSUD Ibnu Sina dr Heri Munajib (Dok. Pribadi)

KabarBaik.co, Gresik – Lebaran tinggal menghitung hari. Umat muslim tentu akan menyambut dengan gembira dan gegap gempita hari kemenangan tersebut.

Berbagai persiapan mulai membersihkan makam keluarga, membersihkan rumah, menyiapkan baju baru telah dilakukan. Tak lupa juga berbagai ragam makanan dan suguhan telah disiapkan untuk merayakan hari kemenangan.

Namun, di balik kegembiraan lebaran, perlu diwaspadai bahaya yang siap mengintai kesehatan kita. Makanan yang tersuguhkan bisa menjadi kenikmatan dan bisa berbuah racun berbisa jika berlebihan.

“Tren penyakit strok saat hari raya dari tahun ke tahun selalu meningkat. Dan tercatat pasien terkena strok justru umurnya semakin muda dengan banyak faktor yang mempengaruhi kenapa orang yang lebih muda bisa terjadi strok,” ujar Dokter Spesialis Saraf RSUD Ibu Sina Gresik dr Heri Munajib, Kamis (12/3).

Dr Heri mengatakan strok merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan global penyebab kecacatan dan kematian di dunia, terutama di Indonesia. Prevalensi strok di Indonesia berdasarkan Riset Dasar Kesehatan (Riskesdas) 2013 tercatat sebesar 12,1 persen dengan provinsi tertinggi adalah Sulawesi Selatan (17,9 persen). Dari Riskesdas juga diketahui, 1 dari 3 orang berusia 45 tahun ke atas di Indonesia ditemukan mengidap strok.

“Penyakit strok terbagi menjadi dua jenis, yaitu strok pendarahan dan strok sumbatan. Sekitar 70-80 persen pasien mengalami strok sumbatan, yang penyebabnya bisa dikategorikan ke dalam faktor risiko yang dapat dihindari dan tidak dapat dihindari,” tambah dr Heri yang juga berpraktik di RS Semen Gresik.

Menurut dr Heri, faktor risiko yang tidak dapat dihindari meliputi usia, jenis kelamin, keturunan, dan kondisi geografis. Sementara faktor risiko yang dapat dikontrol di antaranya adalah hipertensi, merokok, kurang olahraga, diabetes, kolesterol tinggi, serta pola makan yang buruk.

Ketika berpuasa di bulan Ramadan, tubuh mengalami peristiwa layaknya turun mesin seperti kendaraan. Tubuh melakukan penyesuaian yang berdampak positif bagi kesehatan, seperti menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol dan gula darah yang lebih stabil.

Namun saat lebaran, banyak orang cenderung kembali ke kebiasaan lama, mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula secara berlebihan, yang dapat meningkatkan risiko strok.

Tradisi silaturahmi saat Lebaran sering kali membuat seseorang tidak sadar dengan apa yang dikonsumsi. Hidangan seperti opor ayam, rendang, dan kue manis memang menggugah selera. Tetapi jika tidak dikontrol, dapat memicu tekanan darah tinggi dan kolesterol dan kenaikan gula yang berujung pada kejadian strok.

Terlebih diperburuk dengan kebiasaan mengkonsumsi minuman berkarbonasi dalam jangka panjang yang bisa mempercepat pengeroposan tulang (osteoporosis) baik usia dewasa ataupun anak-anak.

“Hari Raya Idul Fitri seharusnya menjadi momen silaturahmi yang bahagia, bukan awal dari masalah kesehatan. Dengan pola makan dan gaya hidup sehat serta mengendalikan stress yang baik, kita bisa tetap menikmati hari raya tanpa khawatir terkena strok,” pesan dr Heri. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.