KabarBaik.co, Jombang – Libur sekolah tak selalu identik dengan pusat perbelanjaan atau wahana permainan modern. Di Dusun Sembung, Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, ratusan anak justru menghabiskan waktu liburan dengan belajar langsung di peternakan kambing etawa.
Suasana penuh keceriaan terlihat di Mapan Farm, sebuah peternakan kambing etawa yang membuka program wisata edukasi bagi anak-anak. Mereka diajak mengenal kehidupan peternakan secara langsung, mulai dari memberi pakan kambing, berinteraksi dengan ternak, hingga mencoba memerah susu.
Tawa dan rasa penasaran mewarnai kegiatan outing class yang diikuti puluhan siswa. Bagi sebagian besar peserta, pengalaman berada di dalam kandang dan berdekatan dengan kambing etawa menjadi hal baru yang menarik.
Pemilik Mapan Farm, Munir Alfanani, mengatakan program wisata edukasi tersebut sengaja dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, terutama saat musim libur sekolah.
“Anak-anak banyak yang ingin mengenal lebih dekat tentang kambing. Bagaimana cara beternaknya, apa makanannya, sampai bagaimana menghasilkan susu yang berkualitas baik. Karena itu kami membuat wisata edukasi ini,” kata Munir saat ditemui di peternakannya, Selasa (16/6).
Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga media pembelajaran yang memperkenalkan dunia peternakan kepada anak-anak sejak dini.
Peserta diajak memahami berbagai tahapan dalam pengelolaan peternakan secara sederhana. Mulai dari mengenal jenis kambing etawa, mengetahui pakan yang dikonsumsi setiap hari, hingga menyaksikan proses pemerahan susu yang dilakukan secara higienis.
Munir menuturkan, program edukasi tersebut kini mulai diminati berbagai sekolah, tidak hanya dari Kecamatan Plandaan tetapi juga dari sejumlah wilayah di kawasan Utara Brantas.
“Beberapa sekolah dasar dan madrasah sudah datang untuk kegiatan pembelajaran luar kelas. Anak-anak terlihat antusias karena bisa belajar langsung dari praktik di lapangan,” ujarnya.
Menariknya, Mapan Farm tidak memungut biaya masuk bagi peserta wisata edukasi. Pengunjung hanya diajak mendukung peternakan lokal dengan membeli produk susu kambing yang tersedia di lokasi.
“Kami tidak menarik biaya edukasi. Masuk gratis. Yang penting pulang beli susu,” ujar Munir sambil tersenyum.
Untuk kunjungan rombongan, Mapan Farm menetapkan minimal 50 peserta. Dalam satu kegiatan, peternakan tersebut mampu menampung sekitar 100 hingga 200 anak.
Pada musim libur sekolah, layanan edukasi dibuka setiap hari. Sementara pada hari biasa, kunjungan dilayani khusus pada akhir pekan.
Bagi Munir, wisata edukasi peternakan menjadi alternatif rekreasi yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang sulit diperoleh di ruang kelas.
Di tengah maraknya penggunaan gawai dan teknologi digital, anak-anak diajak kembali dekat dengan alam serta memahami asal-usul bahan pangan yang mereka konsumsi sehari-hari.
Salah seorang peserta outing class, Risma Ramadani, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut.
“Ke sini belajar memerah susu kambing sama kasih makan kambing. Senang, karena ini pengalaman baru,” ujar Risma dengan antusias.
Pengalaman sederhana itu menjadi bukti bahwa libur sekolah bisa diisi dengan aktivitas yang menyenangkan sekaligus menambah pengetahuan.
Di kandang kambing etawa, anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga belajar langsung dari kehidupan nyata.






