KabarBaik.co, Surabaya – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menargetkan Indonesia dapat mewujudkan swasembada gula konsumsi paling lambat dalam dua tahun. Target tersebut disampaikan saat mengunjungi Kantor PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dalam rangka konsolidasi nasional percepatan peningkatan produksi gula melalui program peremajaan tanaman tebu atau bongkar ratoon.
Pertemuan itu menjadi forum penguatan sinergi antara pemerintah, BUMN, perusahaan gula swasta, dan petani guna mempercepat peningkatan produktivitas tebu nasional sebagai bagian dari upaya mencapai swasembada gula.
Menteri Amran mengatakan percepatan swasembada gula merupakan arahan langsung Presiden Republik Indonesia. Karena itu, pemerintah akan menjalankan program bongkar ratoon secara masif terhadap tanaman tebu yang sudah tidak produktif.
“Perintah Bapak Presiden, swasembada gula putih paling lambat dua tahun harus tercapai. Insyaallah kami akan melakukan bongkar ratoon secara besar-besaran. Tanaman ratoon berumur tujuh hingga 15 tahun akan dibongkar dan diremajakan. Targetnya sekitar 100 ribu hektare setiap tahun. Kalau memungkinkan, dalam dua tahun seluruh program ini dapat selesai. Anggarannya juga sudah disiapkan atas persetujuan Bapak Presiden,” ujar Mentan di Surabaya, Rabu (22/7).
Menurutnya, peremajaan tanaman menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas tebu nasional sehingga mampu mendongkrak produksi gula dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Sementara itu Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, menegaskan kesiapan perusahaan dalam mendukung program pemerintah tersebut. SGN, kata dia, akan memperkuat kolaborasi dengan pabrik gula swasta serta meningkatkan pendampingan kepada petani tebu.
“Intinya kita harus melakukan percepatan swasembada gula. Arahan Bapak Menteri menjadi semangat bagi PT SGN bersama pabrik gula swasta untuk bergerak bersama-sama, terutama dengan memberikan perhatian lebih kepada petani. Dukungan itu diwujudkan melalui bantuan bongkar ratoon, penyediaan traktor, hingga berbagai dukungan budidaya lainnya. Kami optimistis target swasembada gula dalam dua tahun dapat diwujudkan,” kata Mahmudi.
Ia menambahkan keberhasilan program swasembada gula tidak hanya ditentukan oleh peningkatan kapasitas industri gula, tetapi juga oleh naiknya produktivitas di tingkat petani.
Karena itu, SGN akan terus memperluas program pendampingan, mekanisasi pertanian, serta peremajaan tanaman tebu agar produktivitas kebun meningkat secara berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat pasokan gula nasional sekaligus mendukung terwujudnya target swasembada gula sesuai arahan pemerintah. (*)







