KabarBaik.co, Batu – Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SD/MI se-Kota Batu tahun 2026 resmi bergulir. Sebanyak 295 siswa dari berbagai Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) mengikuti ajang yang berlangsung pada 10-11 Juni 2026 di GOR Gajahmada, Kota Batu.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Batu, Maria Inge, Rabu (10/6). Dalam pelaksanaannya, O2SN mempertandingkan lima cabang olahraga, yakni atletik, pencak silat, renang, bulu tangkis, dan senam.
Maria Inge mengatakan, O2SN tidak hanya menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan bakat dan meraih prestasi di bidang olahraga. Lebih dari itu, kegiatan tersebut juga bertujuan membentuk karakter siswa melalui kompetisi yang sehat dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.
“Melalui O2SN, anak-anak diajak untuk belajar sportif, jujur, dan berintegritas. Ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana mereka tumbuh menjadi generasi yang berkarakter melalui olahraga,” ujarnya.
Menurutnya, O2SN merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam melakukan pembinaan olahraga secara berjenjang, terarah, dan berkelanjutan. Selain mencetak atlet berprestasi, kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan nilai disiplin, kerja keras, semangat juang, serta sikap menghargai sesama.
Maria juga mendorong para peserta untuk memanfaatkan ajang tersebut sebagai kesempatan mengembangkan potensi diri. Prestasi yang diraih dalam O2SN dapat menjadi modal penting bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi di jenjang berikutnya.
“Prestasi di O2SN bisa menjadi bekal untuk menggapai cita-cita yang lebih tinggi. Namun kemenangan bukan tujuan utama. Bertanding secara jujur dan menghargai lawan jauh lebih penting karena itu akan membentuk karakter anak-anak,” ujarnya.
Tak hanya kepada peserta, Maria juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan pendamping yang telah berperan aktif membina siswa hingga mampu tampil dalam kompetisi tersebut. Menurutnya, keberhasilan menghadirkan 295 peserta dalam O2SN tidak lepas dari dukungan dan pendampingan yang diberikan oleh para guru.
“Dukungan guru menjadikan O2SN sebagai ajang pembinaan, bukan sekadar kompetisi. Anak-anak dibimbing untuk berprestasi sekaligus menjunjung sportivitas dan integritas,” ungkapnya.
Ia berharap O2SN dapat menjadi sarana positif bagi siswa untuk lebih aktif mengembangkan minat dan bakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang membuat anak-anak semakin akrab dengan gawai.
“Anak-anak sekarang lebih banyak memegang gadget. Semoga melalui kegiatan ini mereka bisa lebih aktif, meningkatkan kemampuan, dan menggali potensi yang dimiliki,” tandasnya.
Ajang O2SN tingkat SD/MI Kota Batu 2026 diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet muda berbakat yang nantinya dapat mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi, sekaligus membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berkarakter. (*)






