KabarBaik.co, Lamongan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan menggelar peringatan malam pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dengan doa bersama dan pawai lampion di depan Pendopo Lokatantra, Senin (15/6) malam.
Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan nilai-nilai spiritual bagi masyarakat Lamongan dalam menyambut tahun baru Hijriah.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, pergantian Tahun Baru Islam bukan sekadar penanda bertambahnya waktu, tetapi juga kesempatan untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
“Momentum 1 Muharram mengajak kita untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan, sekaligus menjaga semangat gotong royong dalam mewujudkan Lamongan yang semakin maju dan megilan,” ujar Yuhronur yang akrab disapa Pak Yes.
Menurut dia, berbagai capaian pembangunan yang berhasil diraih Lamongan selama ini patut disyukuri. Sejumlah indikator kesejahteraan dan pembangunan menunjukkan tren positif yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan meningkatkan capaian tersebut melalui semangat kebersamaan dan kerja sama.
Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah diawali dengan beragam pertunjukan bernuansa Islami, mulai dari musik gambus hingga tari sufi yang memukau para hadirin.
Suasana semakin khidmat saat memasuki detik-detik pergantian tahun yang ditandai dengan doa awal tahun bersama.
Usai doa bersama, ratusan peserta mengikuti pawai ta’aruf lampion yang menyinari kawasan sekitar Pendopo Lokatantra. Lampion-lampion yang dibawa peserta menjadi simbol harapan agar masyarakat Lamongan senantiasa memperoleh petunjuk, perlindungan, dan keberkahan dalam menjalani kehidupan.
Pemkab Lamongan berharap semangat Tahun Baru Islam tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas diri, penguatan kesalehan sosial, dan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman yang terus dijaga, Pemkab Lamongan optimistis mampu mempertahankan berbagai capaian positif sekaligus mendorong terwujudnya Lamongan yang lebih maju, religius, dan berdaya saing.(*)






