KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan sosial senilai Rp 5,1 miliar bagi guru ngaji, marbot, penjaga makam, janda miskin, anak yatim piatu, serta penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Inklusif.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Ummi Khoiroh yang juga hadir langsung dalam penyaluran bantuan di Balai Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme, Gresik.
“Bantuan sosial ini merupakan bentuk perhatian dari Bapak Bupati Gresik kepada masyarakat yang membutuhkan. Jangan lihat dari jumlahnya, tapi lihat dari kepeduliannya,” ujar Ummi dalam sambutannya, Senin (17/3).
Total penerima bantuan sosial penghormatan ini mencapai 25.750 orang yang didapat dari hasil usulan dari desa yang kemudian diverifikasi oleh Dinas Sosial.
Masing-masing penerima kategori guru ngaji, marbot, penjaga makam, janda miskin, dan anak yatim piatu mendapatkan Rp200 ribu dalam pencairan satu kali setahun.
Sementara penerima PKH Inklusif akan menerima bantuan Rp 500 ribu per tahap, yang disalurkan empat kali dalam setahun.
Penyaluran bantuan dimulai serentak pada (17/3) di tiga lokasi, yakni Kecamatan Benjeng, Masjid Baiturrahman Cerme, dan Balai Desa Tambakberas. Pemerintah menargetkan seluruh bantuan tersalurkan paling lambat pada 25 Maret 2025.
“Semoga tali asih ini dapat meringankan beban masyarakat dan menjadi penghormatan bagi mereka yang telah berdedikasi di lingkungan sosial dan keagamaan,” kata Ummi.
Program bantuan ini diharapkan dapat menjadi instrumen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan kelompok rentan di Kabupaten Gresik. (*)






