Pemprov NTB Akhiri Seleksi Terbuka Pejabat, Arahkan ASN ke Sistem Manajemen Talenta

oleh -118 Dilihat
WhatsApp Image 2026 01 13 at 13.39.43
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan akan mengakhiri sistem seleksi terbuka atau pansel jabatan pimpinan tinggi di lingkungan Pemprov NTB. Kebijakan tersebut disampaikan secara resmi oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB Ahsanul Khalik, sebagai bagian dari arah baru reformasi birokrasi yang diusung Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.

Menurut Ahsanul Khalik, seleksi terbuka yang selama ini dikenal dengan istilah beauty contest tidak lagi menjadi pendekatan utama dalam pengembangan karier aparatur sipil negara (ASN). Ke depan, Pemerintah Provinsi NTB akan sepenuhnya menerapkan sistem Manajemen Talenta ASN berbasis kinerja dan potensi.

“Ini adalah komitmen kuat Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur untuk menegakkan sistem merit. Pengembangan karier ASN tidak boleh lagi bergantung pada kontestasi sesaat, melainkan pada rekam jejak kinerja dan potensi yang terukur,” tegas Ahsanul Khalik.

Ia menjelaskan, sebagai masa transisi, seleksi terbuka masih akan dilakukan satu kali terakhir untuk mengisi sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama (Eselon II) yang saat ini masih kosong. Seleksi ini, lanjutnya, dipastikan menjadi seleksi terbuka terakhir pada masa kepemimpinan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sendiri telah memastikan bahwa pengisian jabatan ke depan sepenuhnya akan mengacu pada Manajemen Talenta ASN. Sistem ini dinilai lebih objektif, berkelanjutan, dan mampu menjamin penempatan pejabat sesuai kompetensi.

Adapun jabatan pimpinan tinggi pratama yang akan diisi melalui seleksi terbuka tahap akhir ini meliputi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Kebudayaan, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang seluruhnya berkualifikasi Eselon II.a. Selain itu, jabatan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) juga termasuk dalam kategori Eselon II.a.

Sementara itu, untuk jabatan struktural RSUD dengan klasifikasi Eselon II.b, seleksi terbuka akan dilakukan untuk posisi Wakil Direktur Perencanaan dan Keuangan, Wakil Direktur Umum dan Operasional, Wakil Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, Pelatihan dan Penelitian, serta Wakil Direktur Pelayanan. Di lingkungan Sekretariat Daerah, jabatan yang akan diseleksi terbuka meliputi Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat serta Kepala Biro Umum dan Administrasi Pimpinan.

“Seleksi terbuka untuk jabatan-jabatan tersebut segera dibuka dan saat ini masih dalam tahap persiapan. Insya Allah ini menjadi seleksi terbuka terakhir,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ahsanul Khalik menjelaskan bahwa melalui Manajemen Talenta ASN, Pemprov NTB akan menggunakan pemetaan talenta atau Talent Mapping 9-Box sebagai dasar pengambilan keputusan karier. ASN akan dinilai secara objektif berdasarkan kinerja nyata dan potensi pengembangan, sehingga prinsip the right person in the right place, at the right time benar-benar dapat diwujudkan.

Sistem ini juga diyakini mampu menjamin regenerasi kepemimpinan, menjaga kesinambungan organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.
Ia pun mengingatkan seluruh ASN di lingkungan Pemprov NTB agar bersiap menghadapi perubahan paradigma tersebut. Menurutnya, Manajemen Talenta menuntut keseriusan ASN dalam menjaga kinerja dan terus meningkatkan kompetensi.

“Tunjukkan hasil kerja yang berdampak langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat serta daerah. Pak Gubernur juga akan memberikan prioritas kepada pejabat yang sempat didemosi pada mutasi kemarin, namun dengan catatan harus mampu menunjukkan komitmen dan loyalitas konstitusional melalui kinerja terbaik,” jelasnya.

Dengan kebijakan ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan langkah tegas menuju birokrasi modern yang profesional, objektif, dan berkeadilan. Karier ASN tidak lagi ditentukan oleh siapa yang paling menonjol di panggung seleksi, melainkan oleh kapasitas, integritas, serta rekam jejak kinerja yang teruji dari waktu ke waktu.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.