Pertamax Melambung, Penjualan Menurun, 60 Persen Beralih Pertalite

oleh -81 Dilihat
Antrean pembeli pertalite.
Antrean pembeli pertalite.

KabarBaik.co, Pasuruan – Kenaikan harga bahan bakar umum non subsidi khususnya Pertamax dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 sangat berdampak kepada SPBU 54.671.10 yang berada di jalan raya Latek, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Rabu (10/6).

Penjualan, khususnya Pertamax menurun drastis hingga 60 persen di hari pertama kenaikan harha, dari data pembukuan SPBU tercatat hanya 327 liter saja, sedangkan di hari normal penjualan di angka 1.000 liter.

Chusaeri selaku kepala sift menyampaikan, penurunan penjualan Pertamax dikarenakan para konsumen beralih ke Pertalite yang lebih murah dan subsidi.

“Dilihat dari buku pengeluaran setiap pompa untuk Pertamax menurun drastis 60 persen di hari ini,” kata Chusaeri.

Lebih lanjut Chusaeri menyampaikan ada kenaikan pada penjualan Pertalite yang harga masih normal di angka Rp 10 ribu per liternya, meskipun tidak signifikan saat ini.

“Pompa BBM pertalite khusus sepeda motor ramai terus, peralihan konsumen Pertamax yang pinda BBM subsidi,” jelasnya.

Dengan kuota BBM subsidi jenis Pertalite sebanyak 16 ribu liter per hari, Chusaeri menuturkan tidak sampai sore sudah habis, pasalnya saat ini sudah tercatat 11.570 liter.

“Pertalite sore sudah habis biasanya sampe malam, banyak sepeda motor pindah ke pertalite soalnya,” tuturnya.

Salah satu pembeli BBM Pertamax yang pindah ke Pertalite yaitu Dhofir mengaku ada selisih Rp 30 ribu setiap isi full tangki sebanyak 5 liter. Ia berharap Pemerintah kembali menurunkan harga Pertamax yang banyak digunakan oleh masyarakat.

“Kalau isi full selisih lumayan banyak, semoga pemerintah kembalikan harga Pertamax kesemula Rp 12.300,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Zia Ulhaq
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.