KabarBaik.co, Gresik – PetroNite Fest 2026 yang digelar Petrokimia Gresik di Sarana Olahraga (SOR) Tri Dharma pada 27 Juni hingga 5 Juli 2026 tak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat. Festival tersebut juga menjadi penggerak ekonomi lokal dengan mendongkrak omzet ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membuka stan di kawasan acara.
Setiap hari, PetroNite Fest dipadati sekitar 30.000 hingga 50.000 pengunjung. Tingginya jumlah pengunjung berdampak langsung terhadap peningkatan penjualan para tenant, mulai dari pelaku usaha kuliner, mainan, hingga aksesori.
Salah satu pelaku UMKM yang merasakan dampak positif adalah Jajano, stan yang menjual aneka kue dan camilan kekinian. Sejak hari pertama penyelenggaraan, produk yang dibawa selalu habis terjual bahkan sebelum operasional festival berakhir.
“Dari pameran ini belum buka pukul 16.00, sudah banyak pengunjung yang antre. Mulai hari pertama, produk yang kami bawa selalu habis sebelum pameran ditutup. Penjualan kami di PetroNite Fest jauh lebih ramai dibandingkan event-event lain yang kami ikuti,” ujar Riska Indayani, penjaga stan Jajano.
Riska, yang akrab disapa Inda, mengatakan saat ini Jajano mengikuti tiga pameran yang digelar secara bersamaan di Gresik dan Surabaya. Namun, hanya di PetroNite Fest mereka menambah jumlah karyawan hingga lima orang untuk mengimbangi tingginya jumlah pembeli.
“Antrean pembeli di sini (PetroNite Fest, Red) selalu panjang, tidak pernah kurang dari sepuluh orang dalam barisan. Karena itu karyawan stan Jajano di PetroNite Fest lebih banyak, biar pelanggan tetap mendapatkan layanan cepat,” kata Inda.
Ramainya pengunjung juga berdampak signifikan terhadap pendapatan usaha tersebut. Selama mengikuti PetroNite Fest, Jajano mampu membukukan omzet sedikitnya Rp 20 juta per hari. Nilai itu lebih dari dua kali lipat dibandingkan omzet saat mengikuti pameran lain yang rata-rata mencapai Rp 10 juta per hari.
Bahkan, capaian tersebut jauh melampaui penjualan di gerai harian mereka di Jalan Perintis Taman 5 Randuagung, Gresik, yang rata-rata berkisar Rp5 juta per hari. “Jelas PetroNite Fest menjadi berkah bagi pelaku UMKM. Karena itu Jajano selalu ikut setiap penyelenggaraannya,” ujar Inda.
Tidak hanya pelaku usaha kuliner, berkah yang sama juga dirasakan pedagang mainan. Muhammad Farhan R, pemilik stan mainan asal Jalan Kapten Dulasim, Gresik, mengaku omzetnya meningkat drastis selama mengikuti PetroNite Fest.
Menurut dia, pendapatan yang diperoleh bahkan mencapai sekitar tujuh kali lipat dibandingkan saat berjualan di Alun-alun Gresik. “Alhamdulillah pengunjung PetroNite Fest ramai sekali, jadi berkah bagi pelaku usaha yang meramaikan pameran ini. Biasanya saya buka di alun-alun dapat sekitar Rp 200 ribu, kalau di PetroNite Fest bisa mencapai Rp 1,5 juta per hari,” ujarnya.
Antusiasme pengunjung juga membawa keuntungan bagi pelaku usaha kuliner lainnya. Mang Cecep, pemilik stan Margoci yang menjual aneka makanan berbahan aci, mengaku tidak menyangka respons masyarakat terhadap produk yang baru diperkenalkannya di PetroNite Fest begitu besar.
“Ngeri banget ramainya pengunjung, di luar ekspektasi kami para pelaku usaha. Baru pertama ikut pameran di PetroNite Fest langsung menyala. Omzet kami sehari bisa dua digit. Para penjual happy semua melihat pengunjung yang ramai,” katanya.
Hal serupa dialami Nur Aini Rahmawati, pemilik stan aksesori Sandy’s. Ia menyebut jumlah pembeli meningkat tajam dibandingkan penjualan di toko hariannya.
“Kalau di rumah biasanya hanya laku sekitar 10 pcs, di sini saya bisa jual lebih dari 50 pcs. Selama lima hari saya bisa dapat omzet hingga Rp 20 jutaan,” tuturnya.
Tingginya antusiasme masyarakat yang memadati PetroNite Fest tidak hanya menciptakan suasana festival yang meriah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi para pelaku UMKM yang berpartisipasi.
Pada penyelenggaraan tahun ini, PetroNite Fest menghadirkan sebanyak 670 tenant yang terdiri atas 558 pedagang kaki lima (PKL), 73 stan outdoor VIP, dan 39 stan indoor VIP. Seluruh tenant tersebut melayani pengunjung hingga penutupan acara pada 5 Juli 2026.
Selain menyediakan ruang bagi pelaku usaha, Petrokimia Gresik juga melibatkan 12 UMKM mitra binaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan UMKM agar memiliki akses pasar yang lebih luas.
Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, PetroNite Fest mencatat perputaran ekonomi sekitar Rp 10 miliar dengan total kunjungan mencapai 319.000 orang. Dengan tingginya jumlah pengunjung pada tahun ini, festival tersebut kembali diharapkan mampu menjadi pengungkit perputaran ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM di Kabupaten Gresik.(*)






