KabarBaik.co, Pasuruan – Konflik mengenai kepemilikan Universitas NU (UNU) Bangil, Pasuruan mencapai puncaknya setelah gerbang Kampus 2 dilaporkan telah dikunci rapat oleh pihak tertentu.
Kondisi ini memaksa jajaran pengurus yayasan memindahkan lokasi pelantikan rektorat secara mendadak ke sebuah hotel di Pasuruan.
Pihak Yayasan Pancawahana secara tegas membantah tudingan mengenai upaya penyerobotan aset milik organisasi NU tersebut. Pihaknya menyatakan memiliki bukti kuat berupa ikrar wakaf tertulis yang sah secara hukum dan disaksikan oleh pejabat terkait.
“Jadi salah besar mereka mengatakan bahwa Yayasan Pancawahana mau merebut aset NU, karena tanah itu dibeli dari uang urunan yayasan,” ujar Pembina Yayasan Pancawahana Najib Syafi’i, Selasa (21/4).
Ketegangan di tingkat birokrasi ini mulai mengganggu stabilitas akademik karena mahasiswa dilarang memasuki area gedung perkuliahan.
Penjagaan ketat di lokasi kampus memicu kekhawatiran mengenai masa depan operasional institusi pendidikan tinggi tersebut.
“Kalau memang tidak boleh di sana, kita orang-orang profesional lebih baik beli tanah lagi daripada harus merampas,” jelas Najib.
Dampak sengketa ini dirasakan langsung oleh mahasiswa yang kini terpaksa mengikuti perkuliahan melalui sambungan daring secara mendadak. Mahasiswa mengaku kecewa karena instruksi perpindahan ke sistem zoom diberikan hanya beberapa saat sebelum jadwal kuliah dimulai.
“Tadi jam 9 tiba-tiba dikasih keputusan untuk kuliah via zoom, kita jadi bertanya-tanya kenapa masalah internal sampai berdampak seperti ini,” ungkap CO Advokasi BEM UNU Bangil Nabil.
Mahasiswa berharap agar ketidakpastian mengenai status lahan dan legalitas yayasan segera diselesaikan demi kelancaran proses belajar mengajar. Mereka meminta agar pihak-pihak yang bersengketa mengutamakan kepentingan mahasiswa dibandingkan perebutan aset fisik.
“Tujuan utama kami adalah kuliah dengan tenang tanpa adanya keributan atau perebutan yang membuat pusing seperti sekarang,” pungkasnya.(*)






