Pikun dan Rindu Kampung, Kakek di Surabaya Panjat Atap Lalu Jalan hingga Pingsan

oleh -220 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 13 at 1.10.11 PM
Petugas Damkar evakuasi Kakek Mardjuki yang pingsan di atas genting (Istimewa)

KabarBaik.co, Surabaya – Sebuah kejadian memilukan terjadi di Jalan Simorejo, Sukomanunggal, Surabaya, Jawa Timur. Seorang lansia pikun bernama Mardjuki, 76, ditemukan tergeletak lemas dan tak sadarkan diri di atas atap genting rumahnya pada Jumat (12/6).

Insiden bermula dari kerinduan dan ketidaksabaran kakek Mardjuki untuk pulang ke kampung halaman. Karena ingatannya sedang kacau akibat penyakit yang dideritanya, ia berniat pergi sendiri tanpa menunggu janji keluarga yang berencana mengajaknya mudik.

Demi mudik, Kakek Mardjuki nekat memanjat dan berjalan melintasi atap rumah dengan asumsi itu adalah jalan untuk pulang. Sayangnya, kondisi fisiknya tak mendukung. Diketahui korban sudah dua hari lamanya tidak tidur dan memiliki riwayat penyakit gula darah tinggi. Akibat kelelahan ekstrem, tubuhnya tiba-tiba lemas dan ia pun pingsan tepat di atas genting.

Melihat kondisi darurat tersebut, warga sekitar segera melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang. Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, BPBD, Posko Terpadu Barat, dan TGC Barat langsung dikerahkan ke lokasi.

Evakuasi Menantang dengan Metode Vertical Rescue

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan DPKP Kota Surabaya, M. Rokhim, menjelaskan bahwa posisi korban yang berada di ketinggian dan kondisinya yang sangat lemah menjadi tantangan tersendiri.

“Proses evakuasi berlangsung selama satu jam dan kami terapkan metode vertical rescue atau penyelamatan vertikal. Kami menggunakan tangga, tali pengaman, serta tandu keranjang khusus agar korban bisa diturunkan dengan aman tanpa menimbulkan cedera tambahan,” jelas Rokhim.

Proses penyelamatan berjalan dengan hati-hati. Berkat kerja cepat dan profesional tim, korban berhasil diturunkan dalam kondisi masih sadar meski tampak sangat kelelahan dan lemas.

“Beruntung korban masih bisa diselamatkan. Kakek tersebut kemudian langsung mendapatkan penanganan medis lanjutan untuk memulihkan kondisinya,” pungkasnya.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi keluarga yang memiliki anggota lanjut usia, terutama yang mengalami gangguan daya ingat, untuk selalu memberikan pengawasan ekstra agar hal serupa tidak terulang. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.