KabarBaik.co — Lonjakan arus balik Lebaran membawa berkah tersendiri bagi para pedagang di Terminal Bunder, Gresik. Terminal yang dipadati pemudik itu menjadi titik perputaran ekonomi, terutama bagi pelaku usaha kecil seperti pemilik warung makan.
Asti, salah satu pemilik warung makan di kawasan terminal, mengaku jumlah pembeli meningkat selama masa arus balik. “Ada kenaikan dibandingkan dengan hari biasa. Alhamdulillah. Saya bisa memberikan bonus pada karyawan saya,” ujar Asti, Minggu (6/4).
Menurut Asti, Terminal Bunder nyaris tak pernah sepi sepenuhnya sejak beberapa hari terakhir. “Kalau sepi itu ya paling malam larut. Tapi pagi, siang, dan sore itu puncaknya ramai. Malam juga cukup ramai, banyak yang istirahat sambil makan menunggu dijemput keluarga,” katanya.
Suasana warung, kios, dan tempat istirahat nyaris selalu dipenuhi pemudik yang sekadar makan, istirahat, atau membeli kebutuhan perjalanan. Selain itu, jalur keberangkatan dan kedatangan juga terlihat ramai dengan pedagang yang sedang menawarkan dagangannya.
Fenomena ini menunjukkan betapa denyut ekonomi di titik-titik transportasi publik seperti terminal masih kuat, terlebih di momentum pasca-Lebaran. Sementara bagi pedagang, momentum seperti ini adalah ruang untuk mengais untung dan menyokong roda usaha kecil tetap berputar.
Jika arus mudik adalah momen kerinduan, maka arus balik adalah momentum bertahan, termasuk bagi para pedagang yang menggantungkan hidup dari lalu-lalang pemudik.(*)








