Razia Warung Remang-remang Cegah HIV di Sidoarjo, 49 LC Diciduk

oleh -143 Dilihat
Puluhan wanita pemandu lagu diamankan Satpol PP Sidoarjo. (Foto: Ist)
Puluhan wanita pemandu lagu diamankan Satpol PP Sidoarjo. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus memperkuat upaya pencegahan penularan HIV/AIDS menyusul tingginya angka kasus yang telah mencapai 7.129 orang hingga April 2026. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) dengan menyisir sejumlah warung remang-remang di Kecamatan Jabon, Sabtu (4/7) malam.

Operasi gabungan tersebut melibatkan 252 personel yang terdiri dari Satpol PP Kabupaten Sidoarjo, Polresta Sidoarjo, Kodim 0816 Sidoarjo, Subdenpom, Garnisun, Dinas Kesehatan, serta Disdukcapil. Kegiatan diawali dengan apel di Kantor Satpol PP Kabupaten Sidoarjo dan dihadiri Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana.

Plt Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Tibumtranmas) Satpol PP Sidoarjo R. Novianto Koesno Adi Putro, mengatakan operasi tersebut merupakan bentuk sinergi lintas instansi dalam menjaga ketertiban umum sekaligus mendukung upaya pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo.

“Pada malam kemarin kami melaksanakan operasi gabungan sebagai bentuk sinergitas antar instansi dalam menjaga ketertiban umum, menegakkan peraturan daerah, serta meminimalisasi berbagai penyakit masyarakat yang berpotensi menjadi faktor penyebaran HIV/AIDS,” ujar Novianto, Minggu (5/7).

Dalam operasi tersebut, petugas melakukan pemeriksaan identitas terhadap pemilik usaha, pengunjung, hingga pemandu karaoke atau lady companion (LC). Tim Dinas Kesehatan turut melakukan skrining kesehatan berupa rapid test HIV dan pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS), sementara Disdukcapil melakukan pendataan terhadap warga yang tidak membawa dokumen kependudukan.

Sebanyak 49 perempuan pemandu warung remang-remang menjalani pemeriksaan kesehatan. Hasilnya, seluruhnya dinyatakan negatif HIV. Meski demikian, petugas menemukan satu orang yang terindikasi menderita sifilis atau infeksi menular seksual (IMS) dan langsung diarahkan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga mengamankan minuman keras yang ditemukan di lokasi serta mengimbau pemilik usaha menghentikan sementara operasional dan mematikan sound system selama proses pemeriksaan berlangsung. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penegakan ketertiban umum sekaligus mendukung upaya pencegahan penyakit masyarakat.

Novianto menegaskan, operasi gabungan tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga mengedepankan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan, melakukan deteksi dini, serta menghindari perilaku yang berisiko terhadap penularan HIV maupun infeksi menular seksual.

“Kami mengedepankan tindakan yang humanis, persuasif, dan profesional. Harapannya masyarakat semakin sadar akan pentingnya pencegahan HIV/AIDS dan bersama-sama menjaga ketertiban di Kabupaten Sidoarjo,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.