KabarBaik.co, Sidoarjo – Maraknya warung remang-remang di kawasan eks Tol HK, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, menjadi sorotan Ketua Tanfidziah MWCNU Jabon KH. Sonhaji. Ia mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo segera mengambil langkah tegas dengan membongkar seluruh bangunan yang diduga menjadi tempat praktik prostitusi terselubung.
Menurut Sonhaji, keberadaan warung-warung tersebut sudah lama dikeluhkan masyarakat karena dinilai meresahkan dan mencoreng citra Jabon sebagai kawasan yang dikenal memiliki nilai-nilai religius. Karena itu, ia meminta pemerintah tidak lagi menunda penertiban.
“Karena di sana banyak warung remang-remang dan dugaan maksiat,saya berharap anggota dewan bisa mendesak Pemkab untuk menindak lanjuti kalau bisa dibongkar dan ditutup,” ujar KH Sonhaji, Minggu (5/7).
Ia menegaskan pembongkaran harus dilakukan secara permanen agar lokasi tersebut tidak kembali dimanfaatkan untuk aktivitas serupa. Menurutnya, tindakan tegas dari pemerintah menjadi harapan masyarakat yang selama ini menginginkan lingkungan Jabon lebih aman, tertib, dan kondusif.
Sonhaji juga menilai penertiban kawasan eks-Tol HK semakin mendesak di tengah meningkatnya perhatian terhadap persoalan kesehatan masyarakat di Sidoarjo. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, jumlah kasus HIV di Kabupaten Sidoarjo hingga April 2026 telah mencapai 7.129 kasus sehingga menjadi perhatian serius berbagai pihak.
Meski demikian, ia menekankan bahwa penanganan HIV memerlukan pendekatan yang komprehensif melalui edukasi, pemeriksaan kesehatan, serta penegakan aturan terhadap aktivitas yang berpotensi melanggar hukum.
Penertiban warung remang-remang, menurutnya, merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan sehat bagi masyarakat.
MWCNU Jabon menyatakan siap mendukung langkah Pemkab Sidoarjo bersama Satpol PP dan aparat terkait apabila pembongkaran dilakukan. Organisasi tersebut berharap proses penertiban berjalan sesuai aturan dan memberikan efek jera sehingga kawasan eks-Tol HK tidak lagi menjadi lokasi yang meresahkan warga.
Sonhaji berharap pemerintah segera merealisasikan pembongkaran permanen agar Jabon kembali menjadi kawasan yang aman, nyaman, dan mencerminkan identitasnya sebagai wilayah santri. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari berbagai aktivitas yang dinilai merugikan masyarakat luas.(*)






