Ritel Surabaya Menguat, BI Proyeksikan Konsumsi Rumah Tangga Terjaga

oleh -124 Dilihat
IMG 20251219 WA0019
BI memprakirakan kinerja penjualan eceran akan terus membaik dalam jangka pendek maupun menengah.

KabarBaik.co – Momentum pemulihan konsumsi rumah tangga di Kota Surabaya diperkirakan berlanjut hingga awal 2026. Optimisme tersebut tercermin dari meningkatnya keyakinan pelaku usaha ritel, sebagaimana tercatat dalam hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Ibrahim, mengatakan responden survei memprakirakan kinerja penjualan eceran akan terus membaik dalam jangka pendek maupun menengah. Peningkatan penjualan diproyeksikan terjadi pada tiga dan enam bulan mendatang, yakni Januari dan April 2026.

“Responden memprakirakan penjualan eceran meningkat pada tiga dan enam bulan mendatang, yaitu Januari dan April 2026,” ujar Ibrahim di Surabaya, Sabtu (17/1).

Dari sisi indikator, Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) pada Januari 2026 tercatat sebesar 174,4, meningkat dibandingkan Desember 2025 yang berada di level 170,7. Kenaikan ini mengindikasikan masih kuatnya permintaan masyarakat, terutama didorong oleh momentum Tahun Baru yang secara historis menjadi periode peningkatan konsumsi barang ritel.

Optimisme tersebut juga terlihat pada prospek enam bulan ke depan. IEP April 2026 tercatat sebesar 164,6, lebih tinggi dibandingkan Maret 2026 yang berada di angka 152,4. Bank Indonesia menilai penguatan ini dipengaruhi oleh faktor musiman, khususnya meningkatnya belanja masyarakat menjelang peringatan Hari Kartini.

“Momen Hari Kartini biasanya mendorong konsumsi produk fesyen, kebutuhan rumah tangga, hingga barang hadiah,” jelas Ibrahim.

Meski demikian, peningkatan permintaan tersebut juga diiringi dengan potensi tekanan harga. Bank Indonesia Jawa Timur mencatat adanya kenaikan Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEHU) untuk periode tiga hingga enam bulan ke depan.

IEHU Januari 2026 tercatat sebesar 158,5, meningkat dari 148,8 pada Desember 2025. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat pada awal tahun.

Sementara itu, IEHU April 2026 diproyeksikan mencapai 162,2, lebih tinggi dibandingkan Maret 2026 yang berada di level 158,5, kembali dipengaruhi oleh faktor musiman Hari Kartini.

Bank Indonesia menilai dinamika tersebut menjadi sinyal penting bagi pelaku usaha dan pemangku kebijakan. Keseimbangan antara pertumbuhan konsumsi dan stabilitas harga perlu terus dijaga agar kinerja sektor ritel tetap berkelanjutan di tengah penguatan ekonomi regional Jawa Timur.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.