KabarBaik.co – Tragedi kecelakaan bus rombongan wisata ke Bromo yang menewaskan sembilan orang masih menyisakan duka. Dua korban kini dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember.
Keduanya adalah Riyanti Elminingtyas, perawat RSBS Jember, serta Tri Tokoh Putra. Mereka mengalami luka berat akibat insiden di Jalan Raya Sukapura, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Probolinggo.
Direktur Utama RSBS Jember, Faida, membenarkan kondisi tersebut. “Riyanti dan Tri Kokoh sampai hari ini masih dalam perawatan intensif ICU,” kata Faida, Kamis (18/9).
Ia juga membeberkan, Riyanti mengalami patah tulang pada lengan kanan dan kiri, serta patah iga kanan yang telah dioperasi.
Selain itu, tim medis juga menemukan dugaan cedera pada tulang dasar tengkorak Riyanti. Hingga kini kondisi kesehatan perawat tersebut belum stabil sepenuhnya.
“Riyanti masih belum mengetahui bahwa anaknya turut menjadi korban meninggal dalam peristiwa nahas itu. Informasi ini sengaja belum disampaikan keluarga,” katanya.
“Anaknya meninggal di lokasi dan sempat tidak teridentifikasi. Saat itu, Riyanti dalam kondisi tidak sadar. Setelah data korban lengkap, baru diketahui,” tambah Faida.
Bus pariwisata bernomor polisi P 7221 UG itu membawa 53 penumpang. Mereka adalah karyawan RSBS Jember beserta keluarga yang hendak berwisata ke Gunung Bromo.
Musibah terjadi pada Minggu (14/9), ketika bus tersebut dalam perjalanan pulang menuju Kabupaten Jember.
Akibat kecelakaan, sembilan orang meninggal dunia. Sementara itu, sejumlah penumpang lain mengalami luka sedang maupun ringan dan telah mendapatkan perawatan medis.
Korban selamat kini masih menjalani pendampingan psikologis dari pihak rumah sakit, mengingat peristiwa ini menyisakan trauma mendalam bagi keluarga besar RSBS.
Pihak RSBS Jember juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah memberikan bantuan dan doa bagi para korban tragedi Bromo tersebut. (*)






