KabarBaik.co, Ambon – Mahasiswa dari Pulau Buano, Huamual Belakang, mengikuti kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di SDN 4 Hative Besar, Jumat (6/2). Kegiatan ini menjadi ruang dialog kebangsaan yang relevan dengan kondisi Indonesia saat ini, khususnya bagi generasi muda dari wilayah kepulauan.
Sosialisasi tersebut menghadirkan Anggota DPD RI Nono Sampono sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Nono menegaskan bahwa tantangan kebangsaan Indonesia semakin kompleks dan membutuhkan penguatan serius terhadap nilai-nilai dasar negara, terutama di kalangan mahasiswa.
“Indonesia hari ini menghadapi tantangan besar, bukan hanya dari luar, tetapi juga dari dalam. Polarisasi sosial, hoaks di ruang digital, serta menguatnya sikap individualistik berpotensi menggerus persatuan bangsa jika generasi mudanya tidak memiliki fondasi kebangsaan yang kuat,” tegas Nono.
Nono menekankan bahwa Empat Pilar MPR RI—Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar konsep normatif, melainkan pedoman hidup yang harus diinternalisasi dan diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Mahasiswa harus menjadi penjaga akal sehat bangsa. Kritis itu penting, tetapi harus tetap berakar pada nilai Pancasila. Perbedaan pendapat adalah keniscayaan, namun persatuan tidak boleh dikorbankan. Inilah esensi Bhinneka Tunggal Ika,” lanjutnya.
Dalam suasana diskusi yang berlangsung interaktif, para mahasiswa diajak merefleksikan peran strategis mereka sebagai generasi intelektual muda dalam menjaga persatuan nasional, memperkuat toleransi, serta berkontribusi positif bagi pembangunan daerah, khususnya di wilayah kepulauan.
Para peserta menyambut positif kegiatan tersebut dan menilai sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan sebagai pengingat penting agar tantangan global dan disrupsi digital tidak menjauhkan generasi muda dari identitas, jati diri, dan nilai luhur bangsa Indonesia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa asal Pulau Buano Huamual Belakang semakin memiliki kesadaran kritis, sikap kebangsaan yang inklusif, serta komitmen kuat untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesiadi tengah dinamika zaman. (*)






