KabarBaik.co, Surabaya– Surabaya hari ini diramaikan gelombang aksi unjuk rasa dari ribuan driver ojek online (ojol). Massa yang tergabung dalam komunitas Dobrak (Driver Online Bubarkan Aplikator Nakal Jawa Timur) mulai memasuki kota melalui frontage road (FR) sisi barat Jalan Ahmad Yani, Gayungan, sejak pagi tadi.
Pantauan di lapangan menunjukkan ribuan demonstran yang menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat bergerak beriringan sembari membentangkan spanduk berisi tuntutan. Aksi ini sempat membuat arus lalu lintas di pintu masuk Surabaya melambat saat massa melakukan orasi pembuka.
Pengawalan Ketat Kepolisian
Satlantas Polrestabes Surabaya telah melakukan pengamanan ketat untuk mengawal jalannya aksi. Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya menyatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan personel di simpul-simpul jalan yang dilalui massa.
“Pengamanan dilakukan mulai dari titik kumpul di Bundaran Waru. Massa kemudian bergerak menuju beberapa titik sasaran, yakni Dishub Provinsi Jatim, Diskominfo Jatim, Polda Jatim, dan puncaknya di DPRD Jatim,” jelas AKBP Galih.
Untuk menjaga kelancaran lalu lintas, pihak kepolisian telah menyiapkan skema rekayasa arus jika terjadi kepadatan di titik aksi, terutama di sekitar Kantor DPRD Jatim, Arus dari Jalan Bubutan ke Jalan Indrapura dialihkan menuju Jalan Kebon Rojo.
Arus dari Jalan Pasar Turi ke Indrapura dialihkan ke Jalan Bubutan. Arus dari Jalan Veteran ke Indrapura dialihkan ke Jalan Stasiun Kota dan Jalan Pahlawan.
Tiga Tuntutan Utama
Humas Dobrak, Samuel Grandy, mengungkapkan bahwa aksi besar-besaran ini membawa tiga tuntutan utama kepada pemerintah dan aplikator. Meski tidak merinci detail tuntutan tersebut saat ditemui sebelumnya, ia menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk perjuangan atas hak-hak driver yang selama ini dianggap terabaikan.
“Ada tiga tuntutan yang kami bawa. Kami sudah mengimbau seluruh simpatisan dan korlap untuk hadir secara solid hari ini demi memperjuangkan nasib rekan-rekan ojol di Jawa Timur,” tegas Samuel.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih terkonsentrasi di depan Kantor DPRD Jawa Timur. Pengguna jalan diimbau untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan di pusat-pusat aksi tersebut. (*)






