KabarBaik.co, Blitar – Tren penggunaan Tunjangan Hari Raya (THR) di kalangan anak muda mulai mengalami pergeseran. Jika sebelumnya identik dengan konsumsi, kini sebagian generasi muda mulai memanfaatkan THR untuk kegiatan produktif, seperti merintis usaha kecil.
Dosen Ekonomi Syariah Universitas Nahdlatul Ulama Blitar, Andrean Permadi, menilai fenomena tersebut sebagai perkembangan positif. “Ini tentu menggembirakan, karena anak muda mulai sadar bahwa uang tidak hanya untuk dihabiskan, tetapi juga bisa dikembangkan,” ujarnya, Rabu (1/4).
Menurutnya, perubahan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran finansial di kalangan generasi muda. Terutama dalam mengelola pendapatan secara lebih bijak dan berorientasi jangka panjang.
Meski demikian, Andrean mengingatkan bahwa memulai usaha tidak cukup hanya bermodalkan dana. Diperlukan kemampuan membaca peluang pasar serta ketepatan dalam mengambil keputusan. “Memulai usaha itu tidak cukup hanya punya modal, tapi juga harus paham peluang dan risikonya,” jelasnya.
Ia menegaskan, anak muda tidak seharusnya hanya mengikuti tren atau sekadar ingin terlihat memiliki usaha. Tanpa perencanaan dan pemahaman yang matang, usaha yang dijalankan berpotensi tidak bertahan lama.
“Jangan sampai THR habis hanya untuk gaya-gayaan punya bisnis, tapi tidak paham apa yang dijalankan dan tidak melakukan riset pasar,” tegas Andrean. Dia menyarankan agar generasi muda memulai usaha dari skala kecil namun terencana dengan mempertimbangkan minat. (*)






