KabarBaik.co – Mendekati Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, adalah momentum bagi para peternak. Masa-masa ini adalah waktu mereka untuk panen rezeki. Tak terkecuali bagi Imam Kusumo, 62 tahun, warga Desa Klangonan, Kecamatan Kebomas, Gresik.
Imam Kusumo baru sekitar 8 tahun menggeluti dunia peternakan. Perjalanan hidupnya banyak dihabiskan untuk menekuni pekerjaan sebagai kontraktor di Tuban. Baru pada 2018, semua itu ditinggalkannya.
Pria yang telah memiliki cucu ini pulang ke Desa Klangonan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Di sana, ia memulai lembaran baru sebagai seternak. Sebuah bidang yang belum pernah digeluti secara serius sebelumnya.
“Awalnya cuma coba-coba, satu pasang kambing saja. Ternyata saya jatuh cinta,” kenangnya saat ditemui, baru-baru ini.
Kini, kandang milik Imam, yang ia beri nama Kandang WK66, menjadi rumah bagi lebih dari 120 ekor kambing dan 40 sapi. Peternakan itu berdiri di atas lahan di Jalan Sunan Prapen II No. 66, Desa Klangonan.
Lokasinya sederhana, tetapi cukup rapi dan bersih. Di antara suara kambing dan sapi, terdengar kesibukan para pekerja yang memberi pakan atau membersihkan kandang.
Menjelang Hari Raya Idul Adha, Imam semakin sibuk. Permintaan hewan kurban meningkat, dan ia menawarkan berbagai kemudahan bagi pembeli. Penitipan hingga hari penyembelihan, tanpa tambahan biaya, serta layanan antar gratis ke lima kota meliputi Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, dan Mojokerto.
“Banyak yang sudah pesan dari sekarang. Kalau hari biasa, kebanyakan beli buat aqiqah. Tapi menjelang Idul Adha, fokusnya beda,” tandas dia.
Beberapa kambing di kandangnya tampak sudah diberi tanda merah. Meski telah laku, hewan-hewan itu tetap diberi pakan tiga kali sehari. Imam mengaku, perawatan menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas ternak.
Namun, perjalanan ini tidak sepenuhnya mulus. Imam menyebut, tantangan terbesar adalah penyakit hewan, terutama setelah pengiriman jarak jauh. “Ada yang kena diare dan mati. Itu menyedihkan, tapi jadi pelajaran,” ujarnya.
Kini, Imam mempekerjakan 10 orang secara tetap. Harga kambing dan domba yang ia jual dimulai dari Rp 2 juta, sedangkan sapi mulai Rp 20 juta. Ia menyebut, omzet pada masa Idul Adha bisa mencapai ratusan juta rupiah. Namun lebih dari itu, ia menemukan kepuasan lain.
“Bagi saya sekarang, yang utama bukan sekadar uang. Tapi bagaimana saya bisa dekat dengan keluarga, hidup tenang, dan bermanfaat bagi orang lain,” pungkasnya, tersenyum.(*)






