KabarBaik.co – Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, meninjau langsung empat titik aliran air yang menjadi perhatian pemerintah kota dalam upaya pengendalian debit dan pembenahan drainase. Empat titik tersebut berada di kawasan Taman Kehati, sudetan aliran Jati Malang, depan Kolam Renang Sumber Udel, serta saluran di Jalan Anggrek.
Dalam tinjauan tersebut, Mas Ibin sapaan akrab Syauqul Muhibbin Walikota Blutar mengungkapkan bahwa persoalan utama berada pada saluran gorong-gorong di Jalan Anggrek. Gorong-gorong tersebut dinilai terlalu sempit karena berada di bawah rel kereta api dan masuk dalam kewenangan PT Kereta Api Indonesia (KAI).
“Saluran di bawah rel kereta api itu yang menjadi kendala utama. Ukurannya kecil, sehingga tidak mampu menampung debit air secara optimal,” ujar Mas Ibin, Selasa (16/12).
Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar, lanjutnya, akan segera berkoordinasi dengan PT KAI melalui surat resmi agar dilakukan pelebaran saluran di bawah rel tersebut. Sementara itu, kondisi saluran di sisi lain dinilai relatif memadai dan hanya mengalami hambatan pada titik bawah rel.
“Kami akan bersuray ya kepada PT KAI karena pembangunan drainase yang merupakan arah aliran air menuju Jalan Anggrek melewati rel kereta api,” tambahnya
Dari hasil peninjauan, Mas Ibin menyebut empat titik tersebut secara umum masih berada pada jalur perencanaan. Namun, pada tahap awal, kapasitas saluran dinilai belum sepenuhnya mencukupi.
Meski demikian, terdapat beberapa titik yang sudah memungkinkan untuk dilakukan pemecahan debit aliran, khususnya di depan Kolam Renang Sumber Udel dan di sekitar Taman Kehati.
Untuk mendukung penanganan di empat lokasi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar. Pembangunan dan pembenahan saluran direncanakan rampung pada tahun depan.
“Kami targetkan seluruh penanganan di empat titik ini bisa diselesaikan tahun depan,” pungkasnya.(*)








