Wamenhaj Minta Pemeriksaan Istithaah Haji Dipercepat, Saudi Siapkan Pemeriksaan Acak di Bandara

oleh -353 Dilihat
IMG 8816
Wamenhaj RI Dahnil Anzar Simanjuntak saat meninjau pemeriksaan istithaah di Bengkulu. (Foto: Ist/Kemenhaj RI)

KabarBaik.co – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak, meninjau langsung proses pemeriksaan istithaah kesehatan calon jemaah haji (CJH) di Puskesmas Nusa Indah, Kota Bengkulu.

Dalam kunjungan tersebut, Dahnil menegaskan pentingnya percepatan pemeriksaan kesehatan agar seluruh tahapan pelunasan biaya haji berjalan tepat waktu, tanpa mengabaikan standar kesehatan yang telah ditetapkan.

Menurut Dahnil, masih ditemukan sejumlah daerah yang mengalami keterlambatan pemeriksaan istithaah, yang berdampak langsung pada proses pelunasan biaya haji. Ia menilai, perlambatan tersebut sebagian besar dipicu oleh belum optimalnya kinerja sistem dan fasilitas pemeriksaan kesehatan.

“Kami mendorong akselerasi percepatan, karena perlambatan pelunasan juga dipengaruhi oleh perlambatan di Siskohatkes. Kami ingin memastikan seluruh sarana pemeriksaan di Indonesia berjalan dengan baik,” ujar Dahnil, Jumat (12/12).

Ia menekankan, percepatan pemeriksaan tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan penuh dari dinas kesehatan di daerah. Karena itu, sinergi antarinstansi menjadi kunci agar proses istithaah dapat segera diselesaikan.

“Kami minta dukungan teman-teman Dinkes di seluruh daerah agar proses pemeriksaan bisa dipercepat, sehingga jemaah yang memenuhi syarat dapat segera melakukan pelunasan,” katanya.

Lebih lanjut, Dahnil menegaskan bahwa ketatnya pemeriksaan istithaah bukan semata persoalan administratif. Pemeriksaan ini, kata dia, merupakan bentuk kehati-hatian petugas kesehatan untuk memastikan hanya jemaah yang benar-benar sehat dan layak yang diberangkatkan ke Tanah Suci.

Ia mengingatkan bahwa kebijakan Pemerintah Arab Saudi terkait kesehatan jemaah haji kini semakin ketat. Bahkan, otoritas Saudi disebut akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara acak setibanya jemaah di bandara.

“Saudi sudah mengultimatum, akan ada pemeriksaan acak di bandara. Jika ditemukan jemaah yang tidak istithaah, mereka bisa langsung dipulangkan,” tegas Dahnil.

Dahnil juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam proses pemeriksaan agar tidak terjadi praktik moral hazard. Ia menilai, meloloskan jemaah yang sebenarnya tidak layak secara kesehatan justru akan menimbulkan persoalan serius saat pelaksanaan ibadah haji.

“Kami berharap tidak ada lagi upaya meloloskan jemaah yang tidak istithaah. Jangan memaksakan jemaah yang belum siap secara kesehatan, karena itu akan menyulitkan mereka sendiri selama di Tanah Suci,” ujarnya.

Selain kesiapan jemaah, Dahnil turut menyoroti peran petugas haji yang akan mendampingi selama pelaksanaan ibadah. Ia menekankan, petugas harus memiliki kesiapan fisik dan mental untuk memberikan pelayanan maksimal.

“Petugas harus benar-benar siap bertugas 25 jam sehari untuk melayani dan mendampingi jemaah,” kata dia.

Sementara itu, di Kota Bengkulu, proses pemeriksaan istithaah kesehatan bagi jemaah yang berhak melunasi biaya haji dilaporkan telah melampaui 90 persen. Adapun proses pelunasan bagi jemaah yang telah dinyatakan istithaah juga hampir mencapai 50 persen, dari total kuota sebanyak 1.276 jemaah.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.