KabarBaik.co, Sydney — Turnamen Australia Open 2026 memasuki babak puncak dengan seluruh partai final digelar dalam satu hari, Minggu (14/6). Final kali ini menghadirkan kombinasi menarik antara dominasi pemain-pemain unggulan dunia dan kehadiran tiga wakil Indonesia yang berhasil menembus partai puncak di sektor ganda putri, tunggal putra, dan ganda putra.
China masih menjadi negara dengan representasi terbanyak di final. Terutama di sektor ganda yang menunjukkan kedalaman skuad mereka. Sementara itu, Jepang dan Thailand kembali bersaing di tunggal putri lewat duel klasik antara dua pemain konsisten di level elite dunia. Di sisi lain, Indonesia membawa harapan besar untuk mencuri gelar, khususnya di ganda putra yang diprediksi menjadi pertandingan paling ketat.
Secara umum, faktor pengalaman di partai final dan stabilitas permainan menjadi pembeda utama di beberapa sektor. Namun, beberapa laga diperkirakan tetap terbuka, terutama jika wakil Indonesia mampu menjaga tempo cepat dan menekan sejak awal permainan.
Prediksi Hasil Final
Di sektor ganda campuran (mixed doubles/XD), duel sesama pasangan China diprediksi tetap didominasi oleh Feng Yan Zhe / Huang Dong Ping yang unggul dari segi pengalaman, ketenangan, dan konsistensi di poin-poin krusial. Mereka difavoritkan untuk keluar sebagai juara.
Pada ganda putri (women’s doubles/WD), Jia Yi Fan / Zhang Shu Xian masih terlalu kuat secara struktur permainan dan kedalaman rally dibandingkan pasangan Indonesia. Meski Febriana/Meilysa berpotensi memberikan perlawanan lewat kecepatan, China diprediksi tetap unggul.
Laga tunggal putri (women’s singles/WS) mempertemukan Akane Yamaguchi dan Pornpawee Chochuwong. Akane masih menjadi pemain paling stabil di sektor ini dengan kemampuan bertahan dan konsistensi rally panjang yang sulit ditembus. Ia kembali difavoritkan meraih gelar.
Di tunggal putra (men’s singles.S), duel Alwi Farhan melawan Dong Tian Yao diprediksi berlangsung ketat. Alwi memiliki keunggulan agresivitas dan kecepatan. Namun, pengalaman serta kontrol tempo pemain China membuatnya sedikit lebih diunggulkan untuk menang tipis.
Sementara itu, di ganda putra (men’s doubles/MD), peluang Indonesia paling terbuka. Sabar/Reza memiliki gaya permainan cepat yang mampu menekan lawan sejak awal. Jika mampu menjaga konsistensi dan minim error, Indonesia berpeluang besar mencuri gelar dari pasangan China yang lebih mengandalkan pertahanan.
Jadwal Final Australia Open 2026
- 13.00 WIB – Ganda Campuran (XD)
Feng Yan Zhe / Huang Dong Ping (China/1) vs Guo Xin Wa / Chen Fang Hui (China/2) - ±13.50 WIB – Ganda Putri (WD)
Jia Yi Fan / Zhang Shu Xian (China/1) vs Febriana Dwipuji Kusuma / Meilysa Trias Puspitasari (Indonesia/7) - ±14.40 WIB – Tunggal Putri (WS)
Akane Yamaguchi (Jepang/1) vs Pornpawee Chochuwong (Thailand/2) - ±15.30 WIB – Tunggal Putra (MS)
Dong Tian Yao (China) vs Alwi Farhan (Indonesia/3) - ±16.20 WIB – Ganda Putra (MD)
Sabar Karyaman Gutama / Moh Reza Pahlevi Isfahani (Indonesia/3) vs Chen Bo Yang / Liu Yi (China/4)
Gengsi Indonesia Open
Meski sama-sama masuk dalam kalender BWF World Tour, Indonesia Open memiliki gengsi yang lebih tinggi dibanding Australia Open. Sebab, Indonesia Open berstatus Super 1000, level tertinggi dalam rangkaian turnamen reguler BWF, sedangkan Australia Open berada di level Super 500.
Perbedaan level tersebut berpengaruh langsung terhadap besaran poin ranking, total hadiah, serta kualitas peserta yang tampil. Juara Indonesia Open berhak atas 12.000 poin ranking dunia, lebih besar dibanding 9.200 poin yang diberikan kepada juara Australia Open.
Baca Juga: Hasil Lengkap Final Indonesia Open 2026: Indonesia Gagal Lagi Rebut Takhta di Kandang
Selain itu, Indonesia Open juga memiliki nilai historis dan prestise yang sangat kuat di mata dunia bulu tangkis. Turnamen yang rutin digelar di Istora Senayan tersebut dikenal sebagai salah satu ajang paling bergengsi di luar Kejuaraan Dunia dan Olimpiade, dengan atmosfer penonton yang kerap mendapat pujian dari para pemain top dunia.
Tidak heran jika Indonesia Open sejajar dengan turnamen elite seperti All England, Malaysia Open, dan China Open, sementara Australia Open masih berada satu tingkat di bawahnya.
Baca Juga: Indonesia Open 2026: Menanti Akhir Puasa Gelar, Simak Daftar Lengkap Juara Sejak 1982
Karena itu, meraih gelar juara Indonesia Open umumnya dianggap sebagai pencapaian yang lebih prestisius dibanding menjuarai Australia Open. Jangan heran, beberapa pemain top terkadang tidak ikut, termasuk ratu badminton dunia saat ini An Se-young asal Korea Selatan. (*)






