KabarBaik.co, Blitar – Keterbatasan anggaran menjadi salah satu pertimbangan Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar dalam menyusun arah pembangunan tahun 2026. Fokus pun diarahkan pada penguatan pelayanan dasar yang dinilai lebih prioritas.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Kota Blitar Tri Iman, menyebut penyesuaian dilakukan agar program pembangunan tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Di tahun 2026 ini fokus pada pelayanan dasar, dengan pembangunan fasilitas yang disesuaikan kondisi anggaran,” ujarnya, Senin (30/3).
Ia mengakui, kondisi fiskal saat ini membuat pemerintah harus lebih selektif dalam menentukan program pembangunan.
“Ketika anggaran pembangunan berkurang, tentu perlu penyesuaian dan mencari alternatif pendukung,” jelasnya.
Ke depan, Pemkot Blitar juga mulai menyiapkan arah pembangunan berbasis smart economy pada 2027. Konsep ini menekankan peran masyarakat dan pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Kalau ekonomi masyarakat tumbuh, otomatis kemampuan pembangunan daerah juga ikut meningkat,” ungkapnya.
Menurut Tri Iman, pembangunan daerah tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
“Pembangunan itu bukan hanya dari pemerintah, tapi juga dari masyarakat dan pelaku usaha,” pungkasnya.(*)






