Angka Stunting Bojonegoro Turun, Dana Rp 244,8 Juta Dialokasikan untuk 102 Penerima Bansos

oleh -253 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 26 at 11.07.52 AM
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro Agus Susetyo Heriyanto (Shohibul Umam)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Jumlah anak stunting di Bojonegoro menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, jumlah kasus stunting turun dari 1.320 anak pada periode Juni 2025 menjadi 1.186 anak pada periode Desember 2025.

Penurunan tersebut menjadi dasar Pemkab Bojonegoro dalam menetapkan penerima Bantuan Sosial (Bansos) Stunting Tahun Anggaran 2026 melalui proses verifikasi dan pemadanan data bersama Dinas Sosial.

Hasil verifikasi menunjukkan sebanyak 102 anak berusia di bawah lima tahun memenuhi seluruh persyaratan sebagai penerima bantuan sosial. Untuk program tersebut, Pemkab Bojonegoro mengalokasikan anggaran sebesar Rp 244,8 juta.

Kepala Dinas Sosial Bojonegoro Agus Susetyo Heriyanto mengatakan penetapan penerima dilakukan melalui proses verifikasi berlapis agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

“Kami tidak hanya berpatokan pada satu sumber data. Seluruh data penerima kami padankan dengan data kesehatan dan data PKH agar bantuan sosial stunting benar-benar tepat sasaran. Dengan verifikasi berlapis ini, kami memastikan bahwa anak-anak yang menerima bantuan adalah mereka yang memenuhi kriteria dan membutuhkan intervensi pemerintah,” ujarnya, Jum’at (26/6).

Sebelumnya, hasil pemadanan data stunting periode Juni 2025 dengan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) sempat menghasilkan 118 calon penerima bansos. Namun, setelah dilakukan pemutakhiran data berdasarkan kondisi terbaru per Januari 2026, jumlah penerima yang memenuhi kriteria menjadi 102 anak.

Agus menjelaskan bantuan sosial stunting telah disalurkan secara bertahap sebanyak empat kali dalam setahun atau setiap tiga bulan sekali.

“Bantuan sosial stunting telah kami salurkan dalam empat tahap sepanjang tahun. Skema penyaluran setiap tiga bulan sekali ini dilakukan untuk memastikan bantuan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh keluarga penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak,” katanya.

Menurut Agus, validitas data menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas program percepatan penurunan stunting.

“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, pemerintah desa, pendamping PKH, serta seluruh pemangku kepentingan. Validitas data menjadi fondasi utama agar program yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup anak-anak Bojonegoro dan mendukung percepatan penurunan angka stunting,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.