Bawaslu Sukses Edukasi MOOC, Jaring 337 Peserta Demokrasi Inklusif

oleh -162 Dilihat
Bawaslu Kota Pasuruan gelar sosialisasi.
Bawaslu Kota Pasuruan gelar sosialisasi.

KabarBaik.co, Pasuruan – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pasuruan secara resmi merilis laporan capaian pelaksanaan Program Literasi Demokrasi untuk Semester I (Januari-Juni) tahun 2026.

Inisiatif strategis ini dirancang sebagai pusat edukasi lembaga guna menanamkan pemahaman mendalam mengenai kepemiluan, meningkatkan daya kritis, serta membangun kesadaran kolektif masyarakat khususnya bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam gerakan pengawasan partisipatif.

Gerakan literasi demokrasi diposisikan sebagai pilar penting untuk memperluas wawasan, kepedulian, dan narasi warga terhadap Pemilu, politik, dan tata kelola pemerintahan.

Bawaslu meyakini bahwa rendahnya semangat literasi di masyarakat berpotensi melemahkan partisipasi dan kontrol sosial terhadap kekuasaan. Akibatnya, pemilihan yang demokratis, jujur, dan adil sesuai dengan asas penegakan hukum kepemiluan akan sulit diwujudkan.

Oleh sebab itu, edukasi politik berkelanjutan merupakan prasyarat mutlak demi berjalannya demokrasi yang efektif sebagai saluran pembangunan nasional.

Sebagai langkah nyata mewujudkan visi Bawaslu sebagai pusat pendidikan kepemiluan di Indonesia, Bawaslu Kota Pasuruan gencar melaksanakan program Bawaslu Goes to School dan Goes to Campus.

Dalam setiap kunjungannya, Bawaslu mengusung program unggulan berbasis digital interaktif bernama MOOC (Massive Open Online Course) Literasi Demokrasi.

Aplikasi pembelajaran digital ini menyajikan materi-materi kepemiluan esensial yang dikemas secara komprehensif, mulai dari Sejarah Pengawasan, Pencegahan dan Pengawasan Pemilu, Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Transparansi Pelanggaran dan Inovasi Kelembagaan, hingga sosialisasi terkait PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) Bawaslu Kota Pasuruan.

“Ini merupakan program pusat dalam meningkatkan kepemiluhan dikalangan masyarakat luas, berbagai materi diberikan agar mereka paham dan ikut serta dalam demokrasi,” jelas Vita Suci Rahayu Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Selasa (7/7).

Melalui aplikasi MOOC Literasi Demokrasi ini, Bawaslu berkomitmen meruntuhkan sekat-sekat geografis dan sosial agar edukasi kepemiluan dapat diakses dengan mudah, terstruktur, dan transparan dari mana saja.

“Dengan aplikasi digital semua masyarakat bisa mengakses, transparan dan dimana saja,” jelasnya.

Tujuan akhir memastikan keterlibatan masyarakat secara maksimal dan berkualitas, dari proses melahirkan pemimpin di semua tingkatan hingga mengawal roda pemerintahan agar benar-benar berjalan berdasarkan kedaulatan rakyat. Inilah esensi sejati dari demokrasi yang berazas dari, oleh,dan untuk rakyat.

Sepanjang Semester 1 tahun 2026, program MOOC Literasi Demokrasi berhasil menjaring antusiasme yang luar biasa dengan total 337 peserta terdaftar, jumlah tersebut terdiri atas 299 peserta umum berbasis formulir digital, serta 38 peserta dari kelompok rentan.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Zia Ulhaq
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.