KabarBaik.co, India- Timnas voli putra Thailand mengirim sinyal bahaya kepada para pesaingnya di AVC Men’s Volleyball Nations Cup 2026. Tak diunggulkan saat menghadapi Korea Selatan, tim Gajah Perang justru mampu membalikkan prediksi dengan kemenangan dramatis 3-2 pada laga Sabtu (20/6) malam.
Kemenangan tersebut bukan hanya soal hasil akhir. Di balik skor 17-25, 26-24, 25-21, 18-25, 15-7, Thailand menunjukkan sesuatu yang selama ini menjadi kelemahan mereka di level Asia, kedalaman skuad yang mulai merata.
Selama bertahun-tahun Thailand dikenal sebagai tim yang mengandalkan permainan kolektif dan pertahanan solid untuk menutupi keterbatasan postur. Namun saat menghadapi Korea Selatan, mereka tampil dengan beberapa sumber poin sekaligus.
Outside hitter T. Chaiwat menjadi top skor dengan 22 poin, disusul opposite hitter B. Napadet yang mengemas 20 poin. Di belakang keduanya, Anurak menambahkan 12 poin, sementara dua middle blocker, T. Thanathat dan P. Anuchit, menyumbang total 16 poin.
Distribusi angka tersebut menunjukkan bahwa Thailand tidak lagi bergantung pada satu pemain utama untuk menyelesaikan serangan.
Baca Juga: Bedah Skuad Tim Voli Korea: Lawan Pembuka Timnas Indonesia di AVC Men’s Nations Cup 2026
“Core rotation” Thailand terlihat sangat jelas. Lima pemain utama menyumbang 70 poin tim, tetapi mereka datang dari tiga posisi berbeda, yakni outside hitter, opposite, dan middle blocker. Situasi ini membuat pola serangan Thailand jauh lebih sulit dibaca lawan.
Khusus di sektor sayap, Thailand saat ini memiliki kedalaman yang cukup menjanjikan. Chaiwat dan Anurak mampu menjadi tandem produktif, sementara Thanat dan T. Jakkrit memberi opsi rotasi yang cukup kompetitif ketika diperlukan.
Posisi middle blocker juga menunjukkan perkembangan signifikan. Thanathat menjadi pembeda dengan enam poin blok saat menghadapi Korea Selatan, sedangkan Anuchit menambah tiga poin blok. Kehadiran dua middle blocker yang produktif membuat Thailand tidak hanya mengandalkan serangan dari sayap.
Baca Juga: Bedah Skuad Timnas Oman di AVC Men’s Cup 2026: Bukan Lawan Mudah untuk Indonesia
Meski demikian, sektor opposite masih relatif tipis. Napadet tampil luar biasa dengan 20 poin, tetapi kualitas pelapis belum sepenuhnya setara. Kapten tim K. Amornthep lebih banyak berperan sebagai pemimpin di lapangan ketimbang mesin poin.
Di posisi setter, J. Narongrit juga tampil cukup efektif. Distribusinya memungkinkan tiga penyerang utama Thailand menembus dua digit angka, sebuah indikator bahwa sistem serangan berjalan dengan baik.
Secara keseluruhan, kemenangan atas Korea Selatan memperlihatkan bahwa Thailand sedang memasuki fase regenerasi yang sehat. Mereka memang belum memiliki kedalaman skuad setebal Jepang, Iran, atau bahkan Korea Selatan. Namun Thailand kini mempunyai enam pemain inti yang kompetitif serta rotasi 9-10 pemain yang dapat dimainkan tanpa menurunkan kualitas tim secara drastis.
Baca Juga: AVC Men’s Cup 2026 Dimulai: Indonesia Hadapi Korea, Qatar, dan Thailand di Fase Grup
Hasil ini sekaligus memperkuat tren positif bola voli putra Thailand dalam beberapa tahun terakhir. AVC Men’s Nations Cup sendiri menjadi salah satu jalur penting menuju Kejuaraan Asia 2026 yang berpengaruh pada peta persaingan menuju Kejuaraan Dunia 2027 dan Olimpiade Los Angeles 2028.
Jika mampu menjaga konsistensi permainan dan perkembangan para pemain mudanya, Thailand berpotensi menjadi salah satu kuda hitam paling berbahaya di AVC Men’s Cup 2026.
Kemenangan atas Korea Selatan yang kini menduduki ranking dunia 30, menunjukkan bahwa Thailand bukan lagi tim yang hanya mengandalkan disiplin bertahan, melainkan sudah memiliki kedalaman skuad yang mampu bersaing dengan kekuatan-kekuatan utama Asia.
Di turnamen ini, Thailand satu grup dengan timnas Indonesia, yakni Pool B. Dua tim wakil Asia Tenggara itu akan bentrok pada Selasa, 23 Juni 2026, pukul 19.30 WIB. Kemengan bagi tim Merah Putih, jelas menjadi harga mati untuk dapat menjaga asa lolos ke semifinal sesuai target PBVSI. (*)






